Saat yang Lain Tercekik Penjualan LCGC Masih Naik

Saat yang Lain Tercekik Penjualan LCGC Masih Naik
Ilustrasi, LCGC Honda Brio Satya dengan sentuhan modifikasi ringan- dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Penjualan mobil (termasuk kategori LCGC atau mobil murah ramah lingkungan) ke diler (wholesales) sepanjang tiga bulan pertama atau kuartal satu tahun ini tercatat sebanyak 236.825 unit atau ambles 7,3% dibanding periode sama tahun 2019 yang sebanyak 254.332 unit.

Namun, seperti terungkap di data yang dikompilasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) meski penjualan mobil berbagai kategori secara total menyusut,begitu pun di kategori LCGC. Terbukti, sepanjang Januari – Maret lalu penjualan mencapai 51.685 unit atau susut 701 unit dibanding kurun waktu sama di tahun 2019 yang sebanyak 52.386 unit.

Dari total penjualan baik selama kuartal pertama 2019 maupun 2020, LCGC besutan merek di bawah Grup Astra –Toyota Calya, Toyota Agya, Daihatsu Sigra, dan Daihatsu Ayla – mendominasi penjualan. Pada kuartal pertama  tahun ini total penjualan LCGC Grup Astra mencapai 37.974 unit, sementara LCGC seluruh merek di luar grup – Honda, Suzuki, dan Datsun –  di waktu yang sama terjual sebanyak 13.711 unit.

Ilustrasi, mobil murah New Astra Daihatsu Sigra kini menjadi andalan baru Daihatsu Indonesia menggantikan peran Xenia – dok.ADM

Sementara selama kuartal pertama 2019, LCGC besutan merek Grup Astra laku sebanyak 37.934 unit. Adapun LCGC dari sejumlah merek di luar kelompok itu membukukan penjualan sebanyak 14.452  unit.

Model baru dan lebaran

Tetapi, jika diperhatikan dari bulan ke bulan (year to date), penjualan ke diler (wholesales) LCGC di bulan Maret masih menunjukan peningkatan dibanding bulan sebelumnya, atau Februari. Jika di bulan kedua itu masih sebanyak 16.122 unit, pada bulan Maret menjadi 18.507 unit. Artinya, ketika segmen yang lain banyak yang tercekik keadaan, segmen LCGC masih naik.

Setidaknya, ada dua faktor yang bisa menjadi pemantik permintaan LCGC sepanjang bulan ketiga itu. Faktor pertama, hadirnya model baru (atau versi penyegaran). Kedua, persiapan masyarakat menghadapi musim mudik lebaran,  sebab saat itu wabah virus corona belum mendera dan meluas.

“Secara teori, pasar LCGC masih bisa naik karena sejumlah merek meluncurkan produk baru (penyegaran) baik di tahun 2019, maupun di awal 2020. Disamping itu, segmen LCGC ini porsinya memang cukup besar 20-22% dari total pasar, konsumennya sebagian besar adalah first buyer (pembeli mobil untuk pertama kalinya. Jumlah kelompok ini mayoritas di Indonesia. Selain itu, untuk persiapan kebutuhan lebaran,” papar Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, saat dihubungi Motoris, Kamis (16/4/2020).

Ilustrasi, LCGC Toyota Agya, vers lama- dok.Motoris

Pernyataan senada diungkapkan Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy yang dihubungi di Jakarta, Kamis (16/4/2020). “Itu yang menjadi pemicunya. Selain memang potensi market di segmen ini (LCGC) asih cukup besar. Bukan hanya customer ritel (perorangan) tetapi ada juga yang fleet (borongan oleh perusahaan). Tapi terbanyak yang ritel (individu),” kata dia. (Fan/Fer/Ara)

 

 

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS