Aston Martin Fokus Garap SUV Jika Beroperasi Kembali
Tampilan depan SUV Aston martin DBX - dok.Motor1

Aston Martin Fokus Garap SUV Jika Beroperasi Kembali

Gaydon, Motoris – Ketua eksekutif Aston Martin yang baru, Lawrence Stroll, menegaskan jika pabrik produsen mobil mewah itu kembali beroperasi – setelah ditutup dengan alasan mencegah penyebaran wabah virus corona – pada 27 April nanti, akan fokus ke produksi SUV. Miliarder asal Quebec, Kanada, itu juga menegaskan saat ini prioritas manajemen adalah mengembalikan operasi perusahaan dan produksi secara penuh.

“Pada tahun pertama ini kami akan mengatur ulang bisnis. Tujuan kami yang paling mendesak adalah merencanakan operasi pabrik kami kembali, terutama untuk memulai produksi SUV pertama kami merek DBX, dan untuk membawa perusahaan kembali beroperasi secara penuh,” papar Stroll seperti dilaporkan Reuters, Senin (20/4/2020).

Stroll yang juga pemilik sebuah tim Formula 1 itu membeli saham utama Aston Martin sebesar 16,7% pada akhir Januari lalu. Seiring dengan kepemilikan saham mayoritas tersebut, dia didapuk sebagai Ketua Eksekutif pabrikan yang bermarkas di Gaydon, Inggris itu menggantikan Penny Hughes yang mengundurkan diri.

Lawrence Stroll, miliarder asal Quebec, Kanada yang menjadi juragan baru Aston Martin – dok.Planet F1

Sebelumnya, pada tahun 2019 Aston Martin telah berada dalam kondisi sulit karena mengalami krisis keuangan. Penjualannya menurun, dan pendapatan menyusut.

Pada saat itulah, Lawrence Stroll mengajukan tawaran untuk menyuntik fulus dengan membeli 16,7% saham pabrikan. Seperti dilaporkan Forbes, 30 Januari lalu, Stroll membayar saham Aston Martin Lagonda Ltd sebesar itu senilai US$ 239 juta atau sekitar Rp 3,68 triliun (dengan kurs sekarang US$ 1 = Rp 15.400).

Tapi, tak hanya Stroll saja dari kalangan balap Formula 1 yang meminati Aston Martin. Kabar paling gres menyebut, kolega Stroll yang juga juragan tim tim Mercedes F1, Toto Wolff juga telah membeli saham pabrikan itu.

Ilustrasi, Aston Martin DBS Superleggera James Bond varian warna merah- dok.Aston Martin

Meski, seperti dilaporkan Reuters dan Motorsport, Senin (20/4/2020) porsi saham yang dicuil Wolff jauh lebih kecil dibanding saham yang dibei Stroll, yakni 4,77%. Namun, kehadirannya membuktikan kebenaran rumor selama ini yang menyebut Aston Martin telah memantik hasrat orang-orang F1 untuk memilikinya.

Sekadar catatan, selain bos tim Racing Point F1, Lawrence Stroll adalah ayah dari pembalap F1 Lance Stroll. Seperti diketahui Lance membalap untuk tim tersebut. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )