Seribu Hari, Wuling Jual 46.362 Mobil dan Bangun 115 Diler

Seribu Hari, Wuling Jual 46.362 Mobil dan Bangun 115 Diler
Wuling Almaz varan 7 penumpang - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Pada bulan April ini perjalanan kiprah PT SGMW Motor (Wuling Motors) di Indonesia genap 1.000 hari. Sederet tonggak kemajuan demi kemajuan telah dicatatkan sebagai pijakan untuk memperkokoh pondasi eksistensi merek ini di sektor industri maupun pasar kendaraan bermotor roda empat nasional.

Terlebih, pencapaian yang ditorehkan dalam sejarah perjalanan itu bukan sekadar dalam penjualan tetapi juga dalam hal layanan pasca penjualan. Dua hal tersebut merupakan pilar penting dari sebuah nilai merek  (brand value) yang sangat vital dalam membangun persepsi positif dan kepuasan konsumen .

Dalam hal penjualan produk, seperti diungkap Media Relation Wuling Motors Indonesia, Brian Gomgom, dalam 1.000 hari itu, pabrikan ini telah menjual 46.362 unit mobil. “Dalam perjalanan 1.000 hari di Tanah Air, Wuling sudah menghadirkan empat model, mulai dari (Low MPV Wuling) Confero, (Medium MPV Wuling) Cortez, (Minibus dan Van Wuling) Formo kemudian (SUV Medium Wuling) Almaz,” papar Gomgom saat berbincang dalam program “Ngobrol Viral Dulu (Ngovid)” yang digelar Forum Wartawan Otomotif (Forwot) melalui aplikasi digital di Jakarta, Rabu (22/4/2020).

Gomgom menyebut dalam pencapaian itu, terlihat baik dari segi kuantitas maupun kualitas dari tahun ke tahun terus meningkat. “Menurut kami sudah baik dan tiap tahun juga sudah tumbuh dan totalnya terus meningkat,” ucap dia.

Wuling Confero S merupakan tipe yang terlaris di jajaran model Wuling di Indonesia. Low MPV inilah yang menjadi model pertama sebagai pemuka kehadiran Wuling Motors di Indonesia – dok.Motoris

Pasalnta, dalam setiap merencanakan penggelontoran produk baru yang bakal diasarkan di Indonesia, Wuling Motors elakukan serangkaian riset. Alhasil, produk merek ini yang melenggang ke pasar tak sekadar memenuhi harapan dan kebutuhan konsumen semata, tetapi juga sesuai dengan selera mereka.

Selama 1.000 hari tersebut, dari total penjualan 46.362 unit yang dicatatkan, Wuling Confero yang merupakan model pembuka “jalan” Wuling Motors di Indonesia terjual paling banyak. Jumlahnya sebanyak 26.550 unit, setelah itu Wuling Almaz sebanyak 9.903 unit, Wuling Cortez 9.424 dan Wuling Formo 485 unit.

Confero yang merupakan Low MPV adalah model yang dibutuhkan oleh mayoritas konsumen atau masyarakat Indonesia. Fakta menunjukan – berdasar hitungan United Nation Department of Economic and Social Affairs – seperti dilansir CIA World Factbook, hingga Juli 2019, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan sebanyak 268.074.600 jiwa.

Wuling Cortez 1.5L Turbo dan Wuling Confero S e-Clutch – dok.Motoris

Dari jumlah ini, sekitar 45% merupakan kelas menengah baru – sejalan dengan membaiknya pendidikan mereka dan pereknomian nasional – dan mayoritas di antaranya merupakan level pertama. Merekalah yang menjadi first buyer kendaraan roda empat. Artinya, keberadaan Low MPV  baik secara langsung maupun tidak telah menjawab kebutuhan dari masyarakat yang jumlahnya mayoritas tersebut.

Perkembangan diler dan teknologi
Aspek lain yang juga terus dikembangkan Wuling selama rentang waktu 1.000 hari itu adalah aspek layanan penjualan dan layanan purna jual yang disajikan melalui jaringan diler. Hingga saat ini (selama kurun waktu 1.000 hari), lanjut Brian Gomgom, tak kurang dari 115 diler telah dibangun.

Diler tersebut berkonsep tiga S atau diler yang memiliki layanan Sales (penjualan), Service (layanan perawatan dan perbaikan), serta Spare part (atau penyediaan suku cadang). Aspek penjualan yang dilakukan juga diimbangi oleh dua aspek layanan purna jual yang sangat vital yakni layanan servis maupun perawatan, serta ketersediaan suku cadang.

Dengan kata lain, Wuling bukan sekadar dagang doang, tetapi memberikan jaminan kenyamanan dan keamanan dalam penggunaan produk bagi konsumen. Jaminan itulah yang menjadi sebuah hamparan medium tersemainya kepercayaan publik terhadap merek ini.

Ilustrasi, suasana di diler Wuling Motors Suci Bandung – dok.Motoris

Sebab – meski tak disebut secara eksplisit oleh Gomgom  dalam Ngovid Forwot itu– namun realisasi kosep telah secara perlahan namun pasti telah mengikis persepsi “kurang baik” atas merek asal Cina. Karena harus jujur diakui, sebelumnya di benak masyarakat konsumen di Tanah Air tertanam stigma negatif seperti itu akibat pengalaman masa lalu.

Cap negatif semakin luruh ketika merek ini juga melakukan pengembangan fitur terkini dengan kualitas yang tidak kalah dengan merek-merek lain baik yang berasal dari Asia maupun negara-negara dari belahan bumi bagian barat, yakni Eropa dan Amerika.

Pada 18 Juli 2019 – atau ketika kehadirannya di  Tanah Air menapak hari ke-737 – Wuling menghadirkan teknologi perintah suara (voice command) untuk pengoperasian beberapa fitur di SUV Wuling Almaz. Teknologi yang dinamai WIND tersebut sekaligus menjadi teknologi perintah suara berbahasa Indonesia pertama yang dilahirkan pabrikan mobil yang beroperasi di Indonesia.

Ilustrasi, Wuling Almaz 7-penumpang yang dilengkapi fitur WIND – dok.Motoris

Menurut Product Planning Wuling Motors, Danang Wiratmoko, yang juga hadir dalam program Ngovid itu, keberadaan teknologi itu membuktikan bahwa Wuling Motors selalu memberikan value atau nilai lebih dari setiap produk yang ditawarkan kepada masyarakat.

“Kehadiran voice command (teknologi perintah melalui suara) Almaz yang menggunakan bahasa Indonesia itu juga menjadi nilai lebih dari sebuah produk yang bisa menjadi pilihan,” ujar dia.

Fakta yang diungkap Danang tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa Wuling memberi bukti nyata dari sebuah brand. Sebab, brand menurut pakar pemasaran – Philip Kotler – bukanlah sekadar nama, namun manfaat  atau nilai lebih yang dirasakan konsumen secara nyata.  (Lut/Ara)

Ilustrasi fitur berbasis teknologi digital di Wuling Almaz – dok.Motoris

 

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS