Kinerja Tersengat Corona, Mitsubishi Cari Utang Rp 43 T

Kinerja Tersengat Corona, Mitsubishi Cari Utang Rp 43 T
Ilustrasi, Mitsubishi Outlander Sport PHEV diproduksi di pabrik MMC di Chon Buri Thailand - dok.MMC

Jakarta, Motoris – Mitsubishi Motors Corporation (MMC) kini tengah berupaya mencari pinjaman dari lembaga keuangan dan publik Jepang maupun lembaga asing untuk dana cadangan. Maklum, kinerja pabrikan tahun ini menurun setelah “tersengat” wabah virus corona (Covid-19).

Seperti dilaporkan laman Nikkei Asia Review, Senin (29/4/2020), pabrikan yang berdiri sejak tahun 1870 itu mencari pinjaman senilai 300 miliar yen atau sekitar Rp 43,63 triliun (kurs 1 yen Jepang = Rp 145,45). Dana sebanyak itu diharapkan berasal lembaga-lembaga lokal di Jepang dan asing.

Rinciannya , 200 miliar yen diharapkan dari lembaga lokal. Sedangkan sisanya berasal dari lembaga-lembaga asing di luar Jepang.

“Produsen mobil ini sedang dalam pembicaraan untuk mendapatkan pinjaman dari sindikasi MUFG Bank, Mizuho Bank dan Sumitomo Mitsui Banking Corp. Pabrikan juga telah meminta dana darurat dari Bank Pembangunan Jepang yang didukung oleh negara,” tulis Nikkei.

Ilustrasi, sebuah diler Mitsubishi Motors di Cina – dok.US News Money

Dana pinjaman tersebut akan digunakan sebagai cadangan kas di masa mendatang, setelah kinerja penjualannya menurun akibat dampak Covid-19. Sebelumnya, Jumat (26/4/2020) MMC telah merevisi estimasi pendapatan untuk tahun fiskal 2019/2020 yakni di rentang 1 April 2019 – 31 Maret 2020, menjadi rugi bersih 26 miliar yen.

Padahal, sebelumnya pabrikan mengestimasikan raupan laba hingga 5 miliar yen. Namun, bukan hanya Mitsubishi saja yang mencari utangan  untuk dana cadangan di tengah pandei virus corona. Toyota dan Nissan juga melakukan hal yang sama, dengan nilai 1 triliun yen dan 500 miliar yen.

Produksi mengkerut
Sementara, laporan kinerja tahun fiskal 2019/2020 yang dilaporkan laman Automotive World dan Autoindustriya, Kamis (1/5/2020) menunjukan, total produksi kendaraan – yang meliputi kendaraan penumpang maupun komersial – tercatat sebanyak 1.337.339 unit. Jumlah ini susut 103.828 unit atau 7,2% dibanding penjualan di tahun fiskal 2018/2019 yang sebanyak 1.441.227 unit.

Jumlah produksi tahun fiskal 2019/2020 tersebut 620.676 unit di antaranya dibuat di Jepang. Sedangkan 716.723 unit lainnya di luar Jepang.

Ilustrasi, Mitsubishi New Triton – dok.Motoris

Jumlah produksi di Jepang menciut 6,1%, sedangkan produksi di luar negeri mengkerut 8,2%.

Siaran pers pabrikan yang dilansir laman Autoindustriya dan Zigwheels, Selasa (28/4/2020) menyebut kinerja penjualan di tahun fiskal tersebut diperkirakan ambles 9,7%. Sedangkan laba operasi diperkirakan anjlok hingga 89,2%. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This