Sedih, Nissan Pastikan Kematian Kedua Datsun

Sedih, Nissan Pastikan Kematian Kedua Datsun
Ilustrasi, ragam varian Datsun yang dipasarkan Datsun Indonesia - dok.Istimewa

Tokyo, Motoris – Kabar sedih datang dari Nissan, yang memastikan kematian Datsun untuk kali kedua, seiring rencana pabrikan ini memangkas biaya tetap US$ 2,8 miliar per tahun.

Sumber Bloomberg menegaskan, langkah itu dilakukan untuk merespons kejatuhan penjualan dan profitabilitas selama tiga tahun beruntun. Ini terjadi sebelum wabah Covid-19 merebak di dunia.

“Nissan akan mengumunkan rencana ini 28 Mei mendatang, setelah mencoba menggenjot penjualan guna meningkatkan pangsa pasar,” tulis laporan itu, Rabu (13/5/2020).

Pabrikan berbasis di Yokohama, Jepang, itu juga akan menyunat anggaran pemasaran serta riset dan pengembangan. Datsun juga akan dimatikan untuk kali kedua lantaran boncos di Asia dan Rusia.

Nissan memastikan menutup pabrik yang sudah tak memenuhi skala ekonomi, termasuk di Purwakarta, Jawa Barat, yang merupakan warisan eks CEO Carlos Ghosn yang kini menjadi pesakitan akibat manipulasi keuangan perusahaan yang dilakukannnya.

Ilustrasi, All New Datsun GO-Live Special Version – dok.Motoris

Datsun adalah merek lawas yang sudah ada sejak 1930-an dan dibunuh Nissan pada 1981-1986. Merek ini kemudian hidup lagi, termasuk di Indonesia pada 2014 dan bermain di segmen recehan alias LCGC. Sayang, kiprahnya hancur ketika Astra melansir LCGC tujuh penumpang, Calya dan Sigra, yang sukses membabat GO+.

Bloomberg mencatat, laba Nissan menyentuh titik terendah dalam satu dekade dan sebanyak 12.500 karyawan akan dipecat. Rencana ini akan dieksekusi Mei 2020 dan masa depan bisnis Nissan di Indonesia tak jelas.

Nissan membuka pabrik kedua di Purwakarta pada 2014 dengan investasi 33 miliar yen. Alhasil, total kapasitas produksi Nissan mencapai 260 ribu unit per tahun. Pabrik ini memproduksi mobil lansiran Datsun, yakni GO, GO+, dan Cross. (Gbr)

CATEGORIES
TAGS
Share This