Dua Tahun Berturut Penjualan Mobil di Januari – April Ambyar

Dua Tahun Berturut Penjualan Mobil di Januari – April Ambyar
Ilustrasi, Toyota New Fortuner TRD Sportivo diluncurkan di gelaran GIIAS 2019 di ICE, Serpong, Tangerang - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Penjualan mobil di Indonesia sepanjang Januari – April tahun ini kembali ambyar setelah diterpa kondisi sosial dan ekonomi yang muram akibat sengatan wabah virus corona (Covid-19). Sedangkan penjualan di rentang yang waktu sama tahun lalu juga ambrol setelah pasar lesu karena konsumen bersikap “menunggu” hajatan pemilihan umum atau pemilu (legislatif anggota parlemen dan presiden) berlalu.

Data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan sepanjang Januari – April tahun ini penjualan mobil dari pabrik ke diler (wholesales) tercatat sebanyak 244.762 unit. Sedangkan penjualan langsung ke konsumen (ritel) sebanyak 243.634 unit.

Sementara di empat bulan pertama tahun 2019, wholesales yang dikoleksi sebanyak 337.892 unit, dan ritelnya sebanyak 340.118 unit. Artinya, penjualan di catur wulan pertama tahun 2020 ambrol dibanding periode sama tahun 2019.

Ilustrasi, Mitsubishi Xpander versi facelift – dok.MMKSI

Padahal, seperti ditunjukan data Gaikindo, penjualan di catur wulan pertama 2019 juga sudah ambrol dibanding Januari – April 2018. Wholesales saat itu anjlok 14,3% dibanding periode yang sama tahun 2018. Sedangkan penjualan ritel ambrol 11,8%.

Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto menyebut selama Januari – April 2029, kondisi pasar wait and see karena faktor politik, orang menunggu apa yang terjadi saat prosesi pemilihan umum berlangsung dan apa yang akan terjadi setelah. Meski, lanjut dia, kondisi ekonomi juga ada tekanan dari kondisi ekonomi global yang kurang bagus.

“Tetapi, tahun ini (Januari – April) kita menghadapi kondisi yang lebih berat. Daya beli turun, dampak pandemi (wabah corona) yang diikuti PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sehingga kegiatan orang teratas. Begitu juga dengan kegiatan pabrik yang beristirahat produksi, dan diler juga demikian. Jadi baik wholesales maupun ritel kita turun,” papar dia saat dihubungi di Jakarta, Kamis (14/5/2020).

Ilustrasi, Suzuki All New Ertiga, – dok.PT SIS

 

Toyota masih juara
Di tengah kondisi yang sulit seperti itu, ternyata Toyota Indonesia masih menjadi juara penjualan. Data yang dikompilasi Gaikindo menunjukan di kurun waktu Januari-April 2020 total penjualan ke konsumen (ritel) Toyota sebanyak 75.042 unit. Jumlah ini setara 30,8% dari total ritel nasional.

“Ya, karena di masa-masa pandemi dimana kegiatan diler juga terbatas kami terus mengaktifkan sarana aplikasi digital dalam marketing dan penjualan. Selain itu program-program leasing yang didukung oleh Astra Finance (Toyota Astra Finance dan Astra Credit Company) juga direspon positif customer,” ujar Marketing Director PT Toyota Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy, saat dihubungi, di Jakarta, Kamis (14/5/2020).

Sebelumnya, di empat bulan pertama 2019 Toyota juga masih menjadi jawara. Kala itu,  total penjualan merek ini tercatat sebanyak 106.690 unit dengan pangsa pasar naik menjadi 32% naik dibanding Januari-April 2018 yang sebesar 28,9%.

Ilustrasi, Toyota Avanza – dok.PT TAM

“Secara volume angka penjualan sepanjang Januari-April 2019 memang sedikit mengalami penurunan sekitar 6,3% dibanding periode sama pada 2018 yang sebanya 113.854 unit,” kata Vice President Director PT TAM Henry Tanoto dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (10/5/2019).
(Don/Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This