Leasing Ketat, Penjualan LCGC di Januari – April Ambles 24,8%

Leasing Ketat, Penjualan LCGC di Januari – April Ambles 24,8%
Ilustrasi, LCGC Astra Daihatsu Ayla - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Penjualan mobil murah ramah lingkungan (LCGC) ke diler (wholesales) sepanjang Januari – April 2020 tercatat sebanyak 54.120 unit alias ambles 24,8% dibanding periode sama tahun lalu yang masih sebanyak 71.790 unit. Daya beli masyarakat yang menurun dan perusahaan pembiayaan (leasing) yang kian ketat dalam menggelontorkan kredit menjadi penyebabnya.

Menurut Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto, penurunan terbanyak terjadi mulai akhir Maret hingga akhir April. Pasalnya, pada periode itu sejumlah daerah telah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai upaya penangkalan penyebaran wabah virus corona.

“Dalam kondisi pandemi Covid-19 (wabah virus corona), seberapa banyak orang yang berfikir untuk beli mobil. Apalagi daya beli turun, dan pembiayaan juga semakin memperketat penyaluran kredit untuk mencegah kredit macet. Padahal, sebagian besar pembelian (termasuk LCGC) dilakukan secara kredit,” papar dia saat dihubungi di Jakarta, Jumat (15/5/2020).

Ilustrasi, LCGC Honda Brio Satya – dok.Motoris

Pernyataan serupa diungkapkan Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy. Menurut dia, sekitar 70% pembeli LCGC merupakan first buyer alias orang yang baru pertama kali membeli mobil.

Sejatinya, kata Anton, sejak merebaknya wabah virus corona (Covid-19) merebak di Tanah Air, konsumen kategori first buyer ini meningkat. Hanya saja, kondisi yang ada tak mendukung mereka untuk mewujudkan keinginannya.

Sebagai orang yang baru pertama membeli mobil, jelas Anton, mereka membutuhkan dukungan berupa paket leasing dengan uang muka (DP) murah, pembayaran pertama dan cicilannya rendah atau kecil.

“Tetapi, pada ini memang kurang beruntung juga ya industri otomotif. (Karena) sejak akhir Maret leasing juga terpaksa memperketat peraturan (mulai) dari DP atau selektif terhadap pembeli mobil,” ujar Anton dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Jumat (15/5/2020).

Ilustrasi, LCGC Toyota New Calya – dok.Motoris

Umumnya, para pembeli LCGC tersebut berharap uang muka atau DP seminim mungkin yakni 10-20%. “Tetapi, memang DP di angka-angka segini, sekarang memang agak sulit mendapat persetujuan dari leasing. Jadi yang saya degar itu biasanya DP (sebesar) 25-30% itu pun hanya di leasing tertentu seperti Toyota Astar Finace yang men-support kita. Kalau leasing lain itu bahkan DP-nya bisa 40%,” jelas Anton.

Faktor-faktor itulah yang menurut Anton sangat berpengaruh terhadap permintaan LCGC. Terutama sejak akhir Maret lalu.

Sementara, data yang dihimpun Gaikindo menunjukan, di sepanjang Januari – Maret atau kuartal pertama LCGC Daihatsu, Honda, dan Toyota, menempati daftar tiga besar penjualan. Pertama Daihatsu Sigra dengan total penjualan ke diler (wholesales) sebanyak 13.467 unit, Brio Satya 12.722 unit, dan Toyota Calya 12.030 unit. (Lut/Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This