Strategi Isuzu dan Hino Indonesia Menuju Kondisi New Normal

Strategi Isuzu dan Hino Indonesia Menuju Kondisi New Normal
Ilustrasi salah satu jenis truk yang dipasarkan Isuzu Astra Motor Indonesia yakni Isuzu Elf NMR 80SHD - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Kementerian Koordinator Perekonomian telah membuat skenario pemulihn ekonomi nasional pasca wabah virus corona (Covid-19). Disebutkan, pada Juli atau awal Agustus nanti diharapkan semua sektor sudah membuka seluruh kegiatan ekonomi, meski tetap mempertahankan protokol kesehatan atau yang disebut sebagai era new normal.

“Karena roda perekonomian harus berputar. Ekonomi tidak boleh berhenti, karena kalau berhenti akan menimbulkan dampak buruk. Dan itu mulai dilakukan oleh sejumlah negara di dunia,” papar Staf Ahli Bidang Konektivitas, Pengembangan Jasa, dan Sumber Daya Alam, Edi Prio Pambudi, saat dihubungi di Jakarta, Senin (18/5/2020).

Dengan skenario seperti itu pula, semua sektor juga diharapkan melakukan penyiapan diri untuk menghadapi era new normal tersebut. Termasuk sektor otomotif.

PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mengaku telah menyiapkan diri menghadapi situasi tersebut. Presiden Direktur IAMI, Ernando Demily menyebut menyiapkan strategi yang disebutnya strategi rebound dan reimagination.

Ilustrasi, kendaraan komersial Isuzu yang dipamerkan di GIICOMVEC 2020 – dok.Motoris

“Strategi rebound, kami memfokuskan diri untuk melayani pelanggan untuk memastikan kendaraan mereka tetap prima selama pandemi karena kendaraan merupakan alat kerja atau produktif. Karena itu, meski kondisinya menantang seperti sekarang, kami tetap berkomitmen untuk memastikan kendaraan merek tetap mereka dengan menyediakan kurang lebih 100 bengkel berjalan,” papar Ernando, dalam sebuah diskusi virtual bertema prospek industri otomotif di tengah wabah virus corona, di Jakarta, belum lama ini.

Sedangkan strategi reimagination, merupakan strategi yang bakal dijalankan ketika ada perubahan perilaku konsumen setelah PSBB dilonggarkan. “Pada saat kondisi new normal itu, permintaan layanan purnajual akan meningkat. Nah, kita siapkan lankah-langkahnya seperti apa,” terang Ernando.

Langkah serupa juga dilakukan PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI). Melalui program “Total Support” kepada para pelanggannya, agen pemegang merek Hino ini menyiagakan jaringan bengkel di diler untuk melayani perbaikan dan perawatan truk milik konsumen.

“Tujuannya agar kondisi kendaraan tetap prima. Sehingga, ketika kondisi new normal, bisnis juga bisa kembali digenjot. Jadi, ini juga sekaligus memberikan kontribusi terhadap upaya pemulihan ekonomi nasional yang dilakukan oleh pemerintah,” tutur Direktur Penjualan dan Promosi PT HMSI, Santiko Wardoyo, saat dihubungi di Jakarta, Senin (18/5/2020).

Ilustrasi, truk Hino FM 350 TH – dok.Istimewa

Pada saat seperti itu kemungkinan digitalisasi promosi dan penjualan juga disiapkan. Pasalnya, dalam kondisi seperti itu – kondisi dimana masa-masa antisipasi terhadap paparan virus masih berlangsung – maka kontak lansung antar orang juga masih dihindari.

Sementara, data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan penjualan kendaraan Isuzu ke konsumen (ritel) di sepanjang Januari – April kemarin ambles 11% dibanding periode sama tahun 2019. Di empat bulan pertama itu, penjualan yang dibukukan hanya 6.011%.

Pada bulan April saja – seperti merek-merek lain baik di segmen kendaraan komersial maupun penumpang – penjualan ritel Isuzu juga anjlok. Penjualan yang dibukukan hanya 756 unit atau anjlok 58% dibanding bulan April tahun 2019 yang sebanyak 1.799 unit.

Sedangkan penjualan ritel Hino di kurun waktu yang sama (Januari – April 2020) tercatat sebanyak 5.363 unit atau merosot 49%. Sedangkan di bulan April saja, hanya 481 unit atau anjlok 77% dibanding bulan yang sama tahun 2019 yang masih sebanyak 2.096 unit.

Ilustrasi, suasana booth Hino di GIICOMVEC 2020 – dok.Motoris

“Kondisi ekonomi nasional maupun global yang terkenda dampak Covid-19, sangat berpengaruh besar terhadap penjualan,” ujar Santiko. (Fer/Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This