Penjualan Merosot, Pangsa Pasar Mitsubishi Tak Goyah

Penjualan Merosot, Pangsa Pasar Mitsubishi Tak Goyah
Ilustrasi, Mitsubishi New Triton - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Penjualan mobil di Indonesia sepanjang April lalu tercatat sebagai penjualan terburuk dalam sejarah nasional, karena ambyar setelah wabah virus corona juga menggerogoti perekonomian nasional. Semua merek di Tanah Air merasakan dampak tersebut, tak terkecuali Mitsubishi Motors.

Director of Sales and Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Irwan Kuncoro menyebut meski di tengah tren penurunan penjualan mobil di pasar nasional terus terjadi. Namun Mitsubishi masih mampu menjaga pangsa pasar yang direbutnya.

Sejatinya, lanjut Irwan, tren penurunan penjualan sudah terjadi di awal tahun. “Kalau kita lihat demand (permintaan) menurun drastis, bahkan sebelum Covid-19 (mulai merebak). Januari sudah ada penurunan, dan dampak Covid-19 mulai (terasa) pada Maret, dan (dampak semakin) parah pada April,” ungkap Irwan dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa (19/5/2020).

President Director MMKSI Naoya Nakamura bersama Sales and Marketing MMKSI Irwan Kuncoro saat peluncuran Xpander facelift – dok.MMKSI

Permintaan mobil secara nasional di bulan pertama itu sudah di bawah 75.000-an unit. Februari turun menjadi 70.000 unit. “Karena kita ketahui di bulan Februari, Jakarta dan sekitarnya beberapa kali terdampak banjir. Padahal, (penjualan) di Jakarta (dan sekitarnya) kontribusinya (ke penjualan nasional) juga signifikan,” jelas dia.

Tren penurunan berlanjut di Maret, yang sebanyak 55.000-an unit. Bahkan April anjlok menjadi sekitar 33.000-an unit.

“Kondisi ini berdampak kepada penjualan Mitsubishi, tetapi kita masih sustain (tetap bertahan) di (perolehan) market share 11%. Bahkan di April, naik menjadi 12%. (Artinya) secara market share (pangsa pasar) relatively kita masih berada di 11 – 12%,” ungkap Irwan.

Mitsubishi Xpander Cross – dok.Motoris

Terburuk sejak 10-15 Tahun
Data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, penjualan mobil Mitsubishi ke konsumen (ritel) selama April lalu hanya 2.703 unit. Jumlah tersebut anjlok 74% dibanding ritel selama April 2019 yang sebanyak 10.558 unit.

Fakta berbicara, di  sepanjang Januari – April penjualan Mitsubishi juga berada di tren menurun. Pada Jauari misalnya, masih sebanyak 8.460 unit, Februari 8.163 unit, Maret 5.450 unit, dan April 2.703 unit.

Jika ditotal, menjadi 24.776 unit atau 10,2% dari total ritel nasional. Jumlah ini merosot 45% dibanding Januari – April 2019 yang masih sebanyak 44.658 unit.

Melemahnya kinerja penjualan ritel MMKSI di bulan April itu paralel dengan penjualan ritel secara nasional. Pada bulan keempat itu tercatat ritel seluruh merek hanya 24.276 unit atau ambles 70% dibanding ritel pada April 2019 yang sebanyak 80.821 unit.

Pada saat yang sama, penjualan dari pabrik ke diler (wholesales) sebanyak 7.871 unit. Jumlah ini ambrol 89,77% dibanding April 2019 yang masih sebanyak 84.256 unit.

Ilustrasi, suasana di pameran mobil GIIAS 2019 – dok.Motoris

Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, dalam diskusi virtual bertema “Automotive Industry Perspective” di Jakarta, Jumat (15/5/2020) menyebut penjualan bulan April 2020 merupakan yang terendah dalam 10 – 15 tahun terakhir. Bahkan, mantan Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia ini mengaku khawatir tren penurunan masih akan terjadi di bulan Mei. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This