Fuso Masih Kuasai Pasar Truk di Tengah Terpaan Corona

Fuso Masih Kuasai Pasar Truk di Tengah Terpaan Corona
Salah satu varian truk ringan atau LDT milik Mitsubishi Fuso - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Sepanjang Januari – April lalu total penjualan kendaraan niaga atau komersial (truk dan bus) di Indonesia tercatat merosot 36,1%. Sementara, meski membukukan penyusutan dibanding kurun waktu yang sama, penjualan Mitsubishi Fuso masih mendominasi pasar kendaraan niaga.

Seperti diungkap Marketing Director Sales & Marketing Division PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) Duljatmono, di rentang empat bulan pertama itu Fuso mengoleksi angka penjualan 9.628 unit. Jumlah ini memang melorot 28,3% dibanding periode sama tahun 2019 lalu.

“Tetapi, Alhadulillah, kami masih menjadi market leader dengan market share (pangsa pasar) 47,8%,” ungkap pria yang akrab disapa Momon itu dalam diskusi virtual dengan media, di Jakarta, Rabu (21/5/2020).

Meski tak menyebut angka penjualan secara khusus, namun Momon sempat menyinggung bahwa peran truk ringan (Light Duty Truck/LDT) masih sangat tinggi di dalam pencapaian Mitsubishi Fuso sepanjang catur wulan pertama tersebut.

Ilustrasi, truk ringan Mitsubishi Fuso – dok.Istimewa

“Karena kalau kita lihat, sektor-sektor (pengguna truk ringan) seperti logistik, ekspedisi, masih menggeliat. Sehingga LDT (truk ringan) ini mendominasi (penjualan),” kata dia.

Bahkan, di segmen truk LDT – model Mitsubishi Fuso Canter – justru memncatatkan peningkatan pangsa pasar menjadi 58%. “Sedangkan untuk truk MDT, Fuso Fighter itu hanya sedikit yang digunakan untuk logistik,” jelas Momon.

Memang, jika melihat rekam jejak penjualannya selama ini, jenama asal Jepang itu telah jadi penguasa segmen pasar truk ringan. Data berbicara, sepanjang tahun 2019 lalu misalnya, dari total ritel Mitsubishi Fuso yang sebanyak 41,736 unit, truk ringan menyumbang 36,575 unit, sementara Fuso dan Fighter memberi kontribusi sebanyak 5.161 unit.

Ilustrasi, Truk Medium Mitsubishi Fuso 6×2 – dok.Motoris

Mitra strategis pebisnis
Sementara itu, Presiden Direktur PT KTB, Naoya “Rocky” Takai menegaskan meski kondisi sosial dan ekonomi Indonesia saat ini berada dalam situasi sulit akibat pandemic Covid-19, namun komitmen Mitsubishi Fuso terhadap konsumen berubah. Posisi sebagai partner atau mitrsa strategis bagi konsumen dalam menjalani kegiatan bisnis tetap diwujudkan.

“Kami mengerti bahwa banyak konsumen yang berjuang melewati masa sulit. Sebagai profesional business partner, sudah menjadi tanggung jawab kami untuk menyediakan solusi bisnis kepada konsumen,” papar pria yang didapuk sebagai Presiden Direktur KTB sejak April 2020 ini.

Meski sejumlah diler menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) terkait dengan kondisi yang terdampak Covid-19, kata dia, tetapi Mitsubishi Fuso memastikan seluruh konsumen bisa menerima layanan 3S (sales, service, sparepart).

“Karena konsumen dapat menghubungi diler kami, serta Fuso Call Center,” ujar dia.

Presiden Direktur PT KTB, Naoya “Rocky” Takai – dok.Istimewa

Pernyataan senada ditegaskan Duljatmono. Menurutnya, dalam kondisi seperti sekarang saja penting untuk “merawat” loyalitas konsumen, tetapi juga membuktikan bagaimana komiten sebagai mitra konsumen, meski dengan “sarana” layanan yang berbeda, yakni sarana digital untuk booking service, pembelian spare part maupun permintaan mobile workshop service.

“Kami memaksimalkan program-program layanan aftersales. Kami memaksimalkan mobile workshop service, dan bengkel resmi kami tetap buka sesuai izin dari pemerintah, meski dilernya tutup,” ujar dia.

Bahkan, di saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah, berbekal izin dari otoritas setempat, PT KTB tetap membuka bengkel di diler. Pasalnya, jasa bengkel masih sangat dibutuhkan oleh perusahaan jasa logistik dan kesehatan yang – memang diizinkan oleh pemerintah – untuk beroperasi selama PSBB.

Ilustrasi, truk Mitsubishi Fuso – dok.Istimewa

“Tapi ingat, itu bengkelnya saja yang buka dengan protokol Covid-19,” kata dia.

Sekadar catatan, Mitsubishi Fuso memiliki 227 jaringan di seluruh Indonesia. Selama masa lebaran, bengkel dipastikan tetap buka, meski diler tutup. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This