Iklan Dinilai Rasis, VW Akhirnya Minta Maaf

Iklan Dinilai Rasis, VW Akhirnya Minta Maaf
Ilustrasi, eblem VW - dok.Devdiscourse

Wolfsburg, Motoris – Volkswagen (VW) AG akhirnya meminta maaf kepada publik dunia setelah tayangan iklan VW Golf baru – berupa klip video – di media sosial dinilai bersifat rasis dan pengenhinaan terhadap ras. Setelah sempat berkelit, pabrikan bermarkas yang di Wolfsburg, Jerman, akhirnya meminta maaf.

Seperti dilaporkan The Guardian, DW, dan Financial Times, Rabu (20/5/2020), iklan di instagram berdurasi 10 detik itu menunjukan sebuah VW Golf anyar yang tengah diparkir. Tak lama berselang terlihat seorang pria kulit hitam mencoba mendekat hatchback bercat kuning mengkilap itu.

Namun, sebelum pria tersebut mendekat ke mobil, tangan – yang diketahui sebagai tangan seorang wanita kulit putih – mendorong sang pria. Bahkan, dengan menjentikkan jarinya menyentil dengan keras pria kuit hitam itu.

Pria tersebut terpental masuk ke sebuah kafe bernama “Petit Colon”. Jika diartikan secara bebas nama kafe itu bermakna “pemukim kecil” yang bernada satire. Terlebih, nuansanya masa kolonial.

Tak pelak, tayangan iklan itu berbuah hujan kecaman. Namun, pabrikan itu bergeming dan berusaha berkilah, dengan menyatakan “keterkejutannya”.

Iklan VW Golf baru yang dinilai bersifat rasisme dan penghinaan ras – dok.Dailymail.co.uk

Mereka menyatakan terkejut karena konten iklan itu tidak bermaksud seperti apa yang ditudingkan orang kepadanya. Konten iklan, kata VW, telah disalah mengerti, sebab asal-usul orang – pria kulit hitam- yang berada di iklan tersebut tidak relevan atau terkait dengan rasisme dan masa kolonial.

Keberadaan pria – yang kebetulan berkulit hitam – itu tidak dimaksudkan mewakili ras tertentu. “Bahkan perusahaan menentang semua bentuk rasisme, xenofobia, dan diskriminasi. Seperti yang dapat Anda bayangkan, kami terkejut dan terkejut bahwa konten tayangan di Instagram kami bisa sangat disalahpahami,” bunyi pernyataan VW, tanpa ada kata permintaan maaf.

Kritikan gelombang kedua
Alih-alih diterima dan dimaklumi oleh masyarakat, pernyataan itu semakin membuat kritikan membuncah. Televisi Jerman misalnya, malah secara gamblang menyatakan kritikan pedas. Disebutkan bahwa ilustrasi tangan wanita kulit putih yang mendorong pria kulit hitam dan jentikan jari yang menempatkan pria tersebut ke kafe bisa diartikan sebagai gambaran gerakan “kekuatan (kulit) putih”.

Karenanya, VW dinilai sangat tidak sensitif dan bersikap rasis. Kecaman senada pun mengalir tanpa henti di lini massa.

Setelah mendapatkan kecaman bertubi-tubi di gelombang kedua itulah akhirnya manajemen pabrikan itu meminta maaf. Anggota Dewan Penjualan dan Pemasaran merek VW Juergen Stackmann dan Kepala Manajemen Diversifikasi VW Elke Heitmueller, pun turun tangan dan meminta maaf.

“Kami memahami kemarahan publik atas hal ini. Karena kami juga ngeri. Video ini merupakan penghinaan bagi semua pencapaian gerakan hak-hak sipil. Ini merupakan penghinaan bagi setiap orang yang layak,” tulis mereka di akun Twitter resmi perusahaan.

Kantor pusat VW di Wolfsburg, Jerman – dok.Aljazeera

Mereka juga menyatakan VW sangat menyadari dan belajar dari asal-usul sejarah perusahaan yakni kesalahan perusahaan selama rezim Nazi berkuasa. “Itulah sebabnya kami dengan tegas menentang segala bentuk kebencian, fitnah / propaganda, dan diskriminasi,” kata keduanya.

Seperti diketahui VW didirikan atas perintah pemimpin Nazi, Adolf Hitler untuk mengembangkan dan memproduksi Volkswagen atau “mobil rakyat”. Pada saat-saat awal itu pabrikan tersebut mempekerjakan secara paksa orang-orang yang ditawan Nazi demi mendukung upaya perang yang dilakukannya.

VW mengaku akan menginvestasi ke perusahan agensi yang membuat iklan tersebut. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This