Nissan Berniat PHK 20.000 Karyawan Lagi di Sejumlah Negara

Nissan Berniat PHK 20.000 Karyawan Lagi di Sejumlah Negara
Ilustrasi, kegiatan produksi di pbarik Nissan yang berada di luar Jepang - dok.Istimewa via The Economic Times

Yokohama, Motoris – Nissan Motor Company (Nissan) dikabarkan tengah menimbang-nimbang keputusan untuk kembali memangkas jumlah karyawannya secara global sebanyak 20.000 pekerja, terutama di Eropa dan negara-negara berkembang. Langkah ini dilakukan menyusul memburuknya penjualan pabrikan itu setelah penutupan pabrik dan sejumlah showroom atau dilernya akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Kabar tentang pertimbangan Nissan kali ini diungkap kantor berita Kyodo yang dikutip Reuters dan Bloomberg, Jumat (22/5/2020). Laporan itu menyebut, pemangkasan jumlah karyawan – yang disebut sebagai bagian dari rencana reorganisasi – ini bakal dieksekusi pada 28 Mei nanti.

Pemangkasan jumlah jumlah karyawan tersebut lebih besar dibanding pengurangan karyawan pada pertengahan tahun 2019 lalu, yang sebanyak 12.500 orang. Karyawan yang dirumahkan berada di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Sumber di internal Nissan kepada Bloomberg menyebut selain memutus hubungan kerja (PHK) karyawan, perusahaan juga akan memapras anggaran hingga 300 miliar yen untuk biaya operasi tahunan. Dengan melakukan restrukturisasi ini Nissan bisa menghemat biaya yang besar.

Ilustrasi, seorang karyawan Nissan – dok.Bloomberg

Sebelumnya, Nissan telah mematikan merek Datsun dan menutup satu pabrik produksi menyusul penutupan operasinya di Indonesia. Berbarengan dengan itu, biaya untuk pemasaran, penelitian, dan beberapa kegiatan lainnya juga dipangkas.

Pabrikan yang bermarkas di Yokohama, Jepang, itu mulai goyah setelah Chief Executive Officer-nya, Carlos Ghosn, ditangkap aparat hukum Jepang dengan tuduhan manipulasi keuangan. Terlebih, setelahnya stok mobil model lama juga menumpuk karena terganggunya kegiatan manajemen.

Seperti diwartakan Japan Times beberapa waktu yang lalu, saat di rumah tahanan – Ghosn yang ditemui pengacaranya, Nobuo Gohara – sempat memperkirakan Nissan bakal bangkrut dalam waktu 2- 3 tahun mendatang. Gohara yang juga pensiuanan jaksa itu menemuinya beberapa kali pada pertengahan tahun 2019 lalu. (Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This