Covid-19, Jaguar Land Rover Cari Pinjaman ke Pemerintah

Covid-19, Jaguar Land Rover Cari Pinjaman ke Pemerintah
Jaguar Land Rover Indonesia meluncurkan Range Rover Sport versi terbaru - dok.Motoris

Whitley, Motoris – Produsen mobil terbesar di Inggris – Jaguar Land Rover – dikabarkan tengah berusaha keras untuk mendapatkan pinjaman dana dari pemerintah Inggris. Pabrikan ini menghadapi kondisi sulit setelah penjualannya di sepanjang kuartal keempat di tahun fiskal 2019/2020 turun dan diterpa dampak wabah virus corona (Covid-19).

Seperti dilaporkan The Guardian dan BBC, Sabtu (23/5/2020) lalu, informasi itu terungkap dari pemberitaan yang dilansir Sky News. Disebutkan, JLR kini tengah melakukan pembicaraan intensif dengan Departemen Bisnis, Energi, dan Industri Strategis (BEIS).

Dana yang dibutuhkan oleh pabrikan tersebut mencapai 1 miliar poundsterling atau Rp 18 triliun lebih ( kurs 1 poundsterling = Rp 18.013). “Departemen tidak pernah komentar apa pun tentang diskusi (dengan JLR),” bunyi pernyataan departemen itu mengomentari pemberitaan Sky News, seperti dikutip BBC dan The Guardian.

Alih-alih memberi penjelasan, JLR malah menyebut pemberitaan itu spekulatif. “Dalam diskusi rutin dengan pemerintah itu (membicarakan) tentang berbagai hal dan isi dari diskusi pribadi kami tetap rahasiam” bunyi pernyataan pabrikan.

Ilustrasi, pekerja di pabrik Jaguar Land Rover – dok.BBC

Tetapi yang pasti, pada April lalu JLR mengatakan penjualan ritelnya di sepanjang kuartal keempat tahun fiskal 2019/2020 – yakni dari Januari dan berakhir 31 Maret lalu – melorot 30%, menjadi 110.000 unit. Sedangkan sepanjang tahun 2018 lalu, pabrikan berhasil melego 600.000 unit kendaraan.

Lembaga pemeringkat Fitch Rating mengatakan pada 1 Mei lalu telah menurunkan peringkat kredit JLR. “Risiko pandemi Covid-19 telah berpengaruh besar terhadap permintaan pasar terhadap produk JLR. Dan gangguan pada operasi (pabrik) telah meningkat lebih,” bunyi pernyataan lembaga tersebut.

Kini, produsen otomotif yang telah dimiliki Tata Motors India itu tengah berupaya kembali beroperasi untuk mengejar target penjualan. Dan seperti dikatakan sejumlah analis, JLR ingin segera berproduksi untuk menggenjot penjualan di Cina, yang merupakan pasar terbesar.

Ilustrasi, proses produk mobil Jaguar – dok.CityAM

“Permintaan di Cina telah mendorong JLR untuk memulai kembali produksi. Tetapi mereka harus melihat ini dalam satu atau dua tahun ke depan. Dan fakta menunjukkan permintaan tidak akan kembali ke tingkat sebelum masa pandemi,” ujar analis industri Fitch, Tim Lawrence. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This