Hingga Mei Diprediksi Menciut, Ekspor Mobil RI Diyakini Segera Pulih

Hingga Mei Diprediksi Menciut, Ekspor Mobil RI Diyakini Segera Pulih
Ilustrasi, ekspor Toyota Fortuner - dok.TMMIN

Jakarta, Motoris – Kalangan pelaku industri meyakini ekspor mobil utuh (CBU) Indonesia bakal kembali naik pada semester kedua nanti. Bergegasnya negara-negara tujuan ekspor ke era new normal disebut bakal memicu permintaan kendaraan.

“Memang, secara volume bisa lebih rendah dari yang ditargetkan semula, karena kalau kita lihat dari Januari sampai April, ekspor kita turun urang lebih 3,8%, dan Mei sepertinya juga masih turun. Ini karena banyak negara-negara tujuan ekspor yang lockdown. Tetapi, Juni ini sudah banyak yang membuka dan menuju new normal. Mudah-mudahan segera pulih,” papar Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohannes Nangoi, saat dihubungi di Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Harapan senada diungkapkan Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam. “Mudah-mudahan seperti itu (negara tujuan ekspor segera pulih). Karena, permintaan sangat tergantung kondisi negara tujuan ekspor kan? Kondisi perekonomian seperti apa. Tetapi, sepanjang April dan Mei kami masih mengekspor meskipun secara volume sedikit berkurang,” kata dia saat dihubungi di Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Ilustrasi, Honda Brio RS – dok.Motoris

Data yang dihimpun Gaikindo menunjukan, sepanjang Januari hingga April lalu jumlah mobil (CBU) yang diekspor sejumlah merek di Tanah Air mencapai 88.557 unit. Jumlah ini turun 3,8% dibanding periode sama tahun 2019 yang masih sebanyak 92.019 unit.

Tertolong kuartal pertama
Meski penurunan ekspor sepanjang April anjlok hingga 47,1% dibanding bulan yang sama tahun 2019 atau hanya 11.242 unit, namun secara kumulatif empat bulan penurunan hanya 3,8%. Hal itu dikarenakan tertolong oleh kenaikan ekspor yang dibukukan selama kuartal pertama atau Januari – Maret.

Fakta berbicara, sepanjang kuartal pertama itu jumlah ekspor masih sebanyak 77.315 unit. Jumlah tersebut naik 9,3% dibanding ekspor pada periode sama tahun lalu yang sebanyak 70.647 unit.

Pada bulan April tahun ini, sejumlah merek yang selama ini menjadi pengekspor terbesar tercatat membukukan penyusutan ekspor. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) misalnya mencatatkan amblesnya ekspor hingga 47,8% secara tahunan, yakni daro 5.518 unit menjadi 2.878 unit.

Sehingga, total ekspor merek ini dari Januari hingga April sebanyak 23.166 unit. Jumlah itu mengkerut 8,5% dibanding periode sama tahun 2019.

Pikap Daihatsu Gran Max – dok.Istimewa

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) di bulan keempat itu hanya membukukan ekspor sebanyak 4.800 unit atau ambrol 47,4% dibanding bulan yang sama 2019 yang masih sebanyak 9.133 unit. Total ekspor ADM sepanjang empat bulan pertama tercatat 30.259 unit atau ambles 14,2%.

Kinerja PT Honda Prospect (HPM) setali tiga uang. Kumulatif ekspor Honda selama Januari – April hanya sebanyak 958 unit. Jumlah ini ambrol 46,1% dibanding kurun waktu sama tahun 2019 yang sebanyak 1.776 unit. (Fer/Fan/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This