Pangsa Pasar Suzuki di Januari – April Naik, Tertolong Pikap Carry

Pangsa Pasar Suzuki di Januari – April Naik, Tertolong Pikap Carry
Ilustrasi, kendaraan komersial ringan Suzuki Carry. - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – PT Suzuki Indomobil Sales (PT SIS) menyebut di tengah wabah virus corona (Covid-19) mendera Indonesia, pangsa pasarnya di periode Januari – April justeru naik yakni dari 9,3% (tahun 2019) menjadi 11,5%. Maklum, di periode ini hampir semua merek membukukan amblesnya penjualan dan pasar secara umum menyusut.

“Jika ditelaah dari sisi market, Suzuki beruntung, karena tidak semua market turun. Terdapat beberapa market naik pada periode Januari-April 2020 dibanding periode sama tahun sebelumnya Januari-April 2019,” papar Head Product Development PT SIS, Harold Donnel, saat berbincang secara virtual dengan Forum Wartawan Otomotif, di Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Menurut dia, masih lumayannya raihan pangsa pasar tersebut tak lepas dari strategi Suzuki, salah satunya dengan peluncuran produk baru yakni XL7. Selain itu, penjualan pikap Suzuki Carry yang menguasai pasar hingga 50% lebih di rentang waktu empat bulan pertama, ikut menyokong raihan pangsa pasar.

“Pick-up jualan masih stabil, Januari-April low pick-up turun dari 18 persen menjadi 10 persen secara nasional. Namun market share naik dari 39 persen jadi 59 persen. Di sini Suzuki berhasil melakukan strategi dengan berbagai program diskon,” jelas dia.

Suzuki XL7 – dok.PT SIS

Penjualan pikap memberi kontribusi 50%. Terbanyak kedua, lanjut Harold, Suzuki Ertiga dengan kontribusi sebesar 20%, kemudian SUV 15% dan sisa lainnya diisi oleh City Car, LCGC, hatcback dan lainnya.

Banyak tertinggal pesaing
Lantas bagaimana sejatinya posisi dan kiprah masing-masing varian model pada segmennya sepanjang Januari hingga April? Kalau dilihat data penjualan dari pabrik ke diler (wholesales) di rentang waktu tersebut, mobil andalan Suzuki Indonesia sebagian besar masih jauh tertinggal pesaing, khususnya oleh penguasa pasar pada segmennya.

Bahkan, pikap Suzuki Carry sekali pun, posisinya juga sudah terancam pesaingnya Daihatsu Gran Max. Data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, wholesales pikap andalan Suzuki itu di empat bulan pertama sebanyak 12.152 unit.

Suzuki New Ignis atau Suzuki Ignis facelift yang dipasarkan di Indonesia – dok.PT SIS

Sedangkan di saat yang sama pikap Daihatsu Gran Max terjual sebanyak 11.803 unit. Artinya, hanya terpaut 349 unit lebih sedikit.

Tetapi data Gaikindo juga menunjukan di sepanjang Maret, wholesales pikap Suzuki ini naik 26% dibanding periode sama tahun 2019. Sedangkan wholesales Daihatsu Gran Max naik 20% di saat yang sama.

Sementara Low SUV andalan PT SIS, yakni Suzuki Ertiga di periode itu membukukan wholesales sebanyak 4.098 unit. Padahal, di waktu yang sama Toyota Avanza sudah terjual sebanyak 20.883 unit, Mitsubishi Xpander 19.514 unit, dan Daihatsu Xenia 9.544 unit.

Di segmen Low SUV, Suzuki XL7 – yang diluncurkan pertengahan Februari 2020 – terjual ke diler sebanyak 4.252 unit. Sedangkan Toyota Rush di empat bulan mengantongi wholesales 12.315 unit, Terios 6.109 unit, dan Mitsubishi Xpander Cross 5.518 unit.

Memang, harus diakui, penjualan Suzuki XL7 memang cukup oke di dua bulan setelah sudah mencatatkan jumlah sebanyak itu. Meski harus disadari pula, para pesaing juga tak akan tinggal diam.

Suzuki New Baleno – dok.Motoris

Di segmen city car Suzuki Ignis terlihat masih sulit mengejar pesaing, meski versi facelift-nya baru saja digelontorkan. Di empat bulan pertama, wholesales-nya hanya 856 unit. Padahal, pesaingnya – Honda Brio RS – terjual 4.630 unit.

Kondisi serupa dialami hatchback Suzuki Baleno yang di catur wulan pertama itu masih membukukan penjualan ke diler sebanyak 1.189 unit. Sementara, Honda Jazz dan Toyota Yaris di saat yang sama menjual 3.166 unit dan 2.314 unit.

Data Gaikindo juga menunjukan Suzuki Jimny di empat bulan itu membukukan penjualan sebanyak 364 unit (karena penjualan SUV ini juga tergantung kuota impor yang ditetapkan prinsipal). Kemudian Suzuki SX4 S-Cross sebanyak 282 unit. Sekadar gambaran saja, di saat yang sama, SUV kompak Honda HR-V terjual 7.656 unit.

Ilustrasi, minibus Suzuki APV di IIMS 2019 – dok.Motoris

Adapun di segmen minibus – yang bisa diaplikasikan untuk berbagai kendaraan sesuai kenutuhan seperti ambulans, blind van, dan lainnya – Suzuki APV hanya membukukan wholesales sebanyak 1.464 unit.  Padahal, pesaingnya – Daihatsu Gran Max – sudah mengoleksi angka penjualan sebanyak 3.600 unit.

Suzuki Indonesia juga babak belur di pasar LCGC. Model jagoannya – yakni Suzuki Karimun Wagon R- sepanjang empat bulan pertama penjualannya ke diler hanya 696 unit. Bagaikan bumi dan langit dibanding Honda Brio Satya yang di kurun waktu itu terjual 13.211 unit, apaladi dengan Daihatsu Sigra yang terjual 13.346 unit. (Fan/Ara)

 

 

CATEGORIES
TAGS
Share This