Penjualan Mobil ke Diler Sepanjang Mei, Mitsubishi Tertinggi

Penjualan Mobil ke Diler Sepanjang Mei, Mitsubishi Tertinggi
Ilustrasi, Mitsubishi Xpander Cross - dok.MMKSI

Jakarta, Motoris – Meski dalam penjualan langsung ke konsumen (ritel) hanya bertengger di posisi keenam dengan jumlah 313 unit, namun penjualan ke diler (wholesales) Mitsubishi Motors Indonesia sepanjang Mei tercatat yang tertinggi. Padahal, pada bulan itu ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah berlaku di sejumlah kota besar yang bukan hanya membatasi gerak sosial masyarakat tetapi juga berdampak ke kegiatan perkantoran termasuk diler kendaraan bermotor.

Data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang diperoleh Motoris beberapa waktu lalu menunjukkan, pada bulan kelima itu wholesales atau distribusi mobil Mitsubishi mencapai 919 unit. Dia disusul Suzuki yang mendistribusikan sebanyak 779 unit.

Sedangkan Toyota berada di urutan ketiga dengan total penjualan 716 unit. Isuzu bercokol di urutan keempat dengan jumlah 379 unit, kemudian Honda dan Nissan, masing-masing 101 unit dan 57 unit.

Sementara, Peugeot 7 unit. Adapun Daihatsu tercatat tidak melakukan penjuaan ke diler alias nihil, dan merek-merek lain dengan total 593 unit.

Ilustrasi, Suzuki XL7 – dok.PT SIS

Sejatinya – seperti terungkap di data Gaikindo – penjualan kendaraan bermotor roda empat atau lebih ke diler (wholesales) sejak Januari hingga Mei, terus berada di tren penurunan. Pada Januari misalnya, masih sebanyak 97.491 unit, namun di Februari sudah turun menjadi 95.767 unit.

Pada bulan berikutnya atau Maret penjualan hanya sebanyak 95.318 unit. Kemudian di April ambrol hingga hanya 9.300 unit, bahkan pada Mei kembali longsor hingga cuma 3.705 unit.

Kinerja penjualan ritel
Penjualan ke konsumen (ritel) kondisinya setali tiga uang alias sama saja. Fakta berbicara, jika sepanjang Januari masih sebanyak 81.064 unit, pada Februari melorot menjadi 77.847 unit.

Pada bulan berikutnya, atau Maret penjualan ritel kembali ambrol, yakni hanya sebanyak 60.449 unit. Bahkan, pada April dan Mei ambrolnya penjualan semakin dalam, yakni masing-masing hanya 24.273 unit dan 17.083 unit.

Ilustrasi, Toyota Avanza – dok.PT TAM

Khusus selama Mei itu, penjualan ke konsuen (ritel) terbanyak dibukukan oleh Toyota yakni sebanyak 6.727 unit, Daihatsu 3.673 unit, Suzuki 2.205 unit, dan Honda 1.291 unit. Sedangkan Mitsubishi berada di urutan keenam dengan jumlah 313 unit.

Dia berada di bawah saudaranya, Mitsubishi Fuso yang berhasil menjual ke konsumen sebanyak 844 unit dan bertengger di posisi kelima. Dan catatan penting, penjualan ritel Mitsubishi di bulan kelima itu ambrol hingga 97%, sebab di bulan yang sama tahun lalu, penjualan ritel merek ini masih sebanyak 10.217 unit.

“Diterapkannya PSBB sebagai upaya pencegahan menyebarkan virus corona menjadikan kegiatan masyarakat maupun binis juga terbatas. Termasuk diler tutup. Sebagian merek menghentikan produksi di pabrik, sehingga distribusi ke diler (wholesales) kan juga terpengaruh. Kondisi wabah juga berdampak ke ekonoi, sehingga daya beli masyarakat urun, sehingga penjualan ritel juga turun,” papar Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, saat dihubungi di Jakarta, Senin (15/6/2020).

Ilustrasi, Truk Medium Mitsubishi Fuso 6×2 – dok.Motoris

Mantan Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia itu mengaku masih belum bisa memprediksi kapan penjualan – khususnya ritel – kembali pulih seperti tahun-tahun lalu. Pasalnya, kata dia, pemulihan itu juga sangat tergantung kepada kondisi ekonomi nasional.

“Kalau dari analisa-analisa lembaga-lembaga ekonomi nasional maupun dunia, kan dikatakan masih butuh waktu untuk recovery (pemulihan) ekonomi. Ya, mudah-mudahan segera pulih lah. Karena kondisi pertumbuhan pasar kendaraan bermotor itu sangat tergantung kondisi ekonomi,” ucap dia. (Ril/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This