Januari – April Terkikis 3,8%, Ekspor Mobil di Mei Ambrol 76%

Januari – April Terkikis 3,8%, Ekspor Mobil di Mei Ambrol 76%
Ilustrasi, ekspor Toyota Fortuner - dok.TMMIN

Jakarta, Motoris – Setelah hanya terkikis sedikit selama Januari – April lalu dibanding kurun waktu yang sama tahun 2019, ekspor mobil dalam wujud utuh (Completely Built Up/CBU) Indonesia selama Mei ambrol hingga 76%. Kondisi ekonomi negara-negara tujuan ekspor yang melemah plus kebijakan lockdown untuk mencegah paparan wabah virus corona (Covid-19) disebut sebagai penyebabnya.

Data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, sepanjang Mei total ekspor yang dibukukan oleh sembilan merek, hanya 6.500 unit. Padahal, di bulan yang sama tahun lalu ekspor mobil CBU masih sebanyak 27.087 unit.

Sebelumnya, secara total atau kumulatif empat bulan yakni dari Januari – April, jumlah mobil utuh yang dikapalkan ke luar negeri masih sebanyak 88.557 unit. Jumlah ini hanya menciut sedikit, karena terkikis 3,8% dibanding ekspor di rentang waktu yang sama tahun 2019.

Ilustrasi, mobil Honda Brio yang diekspor oleh PT Honda Prospect Motor – dok.HPM

Tetapi, fakta juga berbicara, ekspor secara bulanan, mulai April juga sudah ambrol. Tercatat, di April mobil yang dikirim ke mancanegara hanya sebanyak 11.242 unit, atau ambrol sekitar 60% dibanding jumlah ekspor selama Maret yang masih sebanyak 28.019 unit.

Soal merosotnya ekspor itu, Ketua I Gakindo, Jongkie Sugiarto, saat dihubungi di Jakarta, Jumat (19/6/2020) menyebut, salah satunya disebabkan oleh banyaknya negara-negara di luar Indonesia yang perekonomiannya terdampak pandemi Covid-19 dan melemah. Terlebih, banyak dari negara tujuan ekspor yang menutup wilayahnya (lockdown) demi mencegah paparan pandemi.

“Kan sudah dijelaskan lembaga-lembaga ekonomi dunia, ekonomi global terpukul, sehingga melemah. Termasuk beberapa negara tujuan ekspor kita, juga mengalaminya. Apalagi, banyak dari merek di kita yang juga menghentikan sementara produksi karena PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Kalau ekspor turun kan wajar. Ekspor sangat tergantung negara tujuannya (pengimpor),” papar papar dia. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS