Dipo Group, Pemilik Jaringan Diler Mitsubishi Ini Rambah Pasar Mobkas

Dipo Group, Pemilik Jaringan Diler Mitsubishi Ini Rambah Pasar Mobkas
Ilustrasi. Dipo Business Center - dok.Ciputra

Jakarta, Motoris – Dipo Group melalui anak perusahaan PT Putra Mandiri Jembar Tbk (PMJS), Rabu (1/7/2020) secara resmi mulai menggarap pasar mobil bekas di Indonesia, dengan mendirikan PT Mokas Otomotif Sejahtera (MOS) dengan investasi senilai Rp 4 miliar. MOS didirikan oleh dua anak perusahaan MOS, yaitu PT Global Pahala Rental (GPR) dan PT Mobilku Dotcom Sejahtera (MDS).

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Kamis (3/7.2020), PT Putra Mandiri Jembar Tbk menyatakan komposisi kepemilikan saham masing-masing perusahaan tersebut adalah, 75% atau senilai Rp 3 miliar dipegang oleh GPR, dan 25% atau senilai Rp 1 miliar oleh MDS.

Direktur PMJS, Ie Putra, mengatakan setelah pendirian usaha patungan antar anak usaha berdiri, perseroan akan memiliki investasi dan diversifikasi usaha yang masih terkait dengan kegiatan utama. “Diharapkan Mokas Otomotif Sejahtera akan mendukung kegiatan usaha Global Pahala Rental dan Mobilku Dotcom Sejahtera serta memberikan tambahan pendapatan bagi perusahaan,” papar dia.

Selama ini, PMJS menggarap tiga bidang usaha. Ketiganya adalah, diler penjualan mobil baru, penyewaan mobil, serta jual-beli mobil melalui e-commerce atau pasar online.

Ilustrasi, salah satu diler Mitsubishi di Medan, Sumatera Utara, yang merupakan bagian dari jaringan diler milik Dipo Group – dok.Istimewa

Melalui Dipo Pahala Otomotif, PMJS memiliki usaha diler Nissan, Kemudian dengan Dipo Internasional Pahala Otomotif mengoperasikan diler Mitsubishi, serta melalui Dipo Angkasa Motor menjalankan bisnis diler Mercedes-Benz.

Tercatat, secara keseluruhan PMJS memiliki 48 diler. Diler tersebut terdiri dari 45 diler Mitsubishi, satu diler Mercedes-Benz, dan dua diler Nissan dan Datsun, yang tersebar di 31 kota dan 10 provinsi yang berada di Jawa, DKI Jakarta, serta Sumatra.

Sepanjang Januari – Maret tahun ini atau kuartal pertama lalu, tercatat nilai penjualan bersih PMJS turun 6,48% year on year (yoy) menjadi Rp 2,02 triliun. Sementara, laba bersih menciut 1,5 kali lipat, sehingga hanya Rp 27,64 miliar. (Fan/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS