Meski Nanjak, Penjualan Mobil di Juni Masih Jeblok Dibanding 2019

Meski Nanjak, Penjualan Mobil di Juni Masih Jeblok Dibanding 2019
Ilustrasi, Honda Mobilio versi terbaru, facelift - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Penjualan mobil baik ke diler (wholesales alias grosir) dan lansung ke konsumen (ritel) sepanjang Juni kemarin memang naik signifikan dibanding bulan sebelumnya, atau Mei. Tapi tak demikian jika dibanding bulan yang sama tahun 2019 lalu.

Data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, sepanjang Juni wholesales yang dibukukan seluruh merek tercatat sebanyak 12.623 unit. Jumlah ini meroket 255% dibanding penjualan ke diler selama Mei, yang sebanyak 3.551 unit.

Sementara, jumlah penjualan ritel yang ditorehkan selama Juni sebanyak 29.862 unit. Juga mengalami peningkatan hingga 75% dibanding jumlah penjualan yang dicatatkan selama bulan Mei, yakni 17.083 unit.

Namun, jika dibanding bulan Juni 2019, penjualan – ritel maupun wholesales – bulan keenam tahun ini masih jeblok. Sebab, sepanjang bulan Juni 2019 total ritel masih sebanyak 65.750 unit. Begitu pun dengan total wholesales yang dibukukan pada bulan tersebut mencapai 59.539 unit.

Ilustrasi, Mitsubishi Xpander Cross – dok.MMKSI

“Kalau kita lihat tahun lalu, meskipun ada peningkatan, tetapi masih turun jauh. Karena Juni kan ada pelonggaran setelah diterapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di sejumlah daerah khususnya Jakarta dan sekitarnya, sehingga pesanan yang sebelumnya pending (ditunda), sudah mulai dikirim. Banyak pabrik yang sebelumnya berhenti sementara mulai operasi dan pengiriman unit dilakukan,” papar Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto saat dihubungi, di Jakarta, Senin (13/7/2020).

Hanya, dia mengaku tidak tahu persis apakah kenaikan penjualan tersebut juga menjadi indikasi daya beli masyarakat telah meningkat. Pasalnya, mobil yang terkirim, dari informasi yang didapat merupakan pesanan yang dilakukan pada bulan-bulan sebelumnya.

Sebelumnya, Gaikindo telah merevisi target penjualan sepanjang tahun ini hanya menjadi 600.000 unit, atau turun 40% lebih dari target yang ditetapkan sebelumnya 1,1 juta unit lebih. “Kita terus memantau perkembangan (penjualan). Kalau, diperlukan rapat internal untuk evaluasi (target) lagi, ya tentu akan kita lakukan,” ucap Jongkie.

Ilustrasi, Suzuki New Baleno – dok.Motoris

Fakta berbicara, secara kumulatif Januari – Juni atau sepanjang semester pertama tahun ini total penjualan ritel masih sebanyak 290.597 unit. Jumlah penjualan itu ambrol 42% dibanding rentang waktu sama tahun lalu yang sebanyak 500.216 unit.

Adapun wholesales di rentang waktu yang sama totalnya 260.000-an unit. Jumlah tersebut juga longsor dibanding periode sama tahun lalu, dengan kedalaman 46%. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS