PSBB Longgar, Produksi Mobil Sepanjang Juni Meroket 600%

PSBB Longgar, Produksi Mobil Sepanjang Juni Meroket 600%
Ilustrasi proses produksi mobil Toyota - dok.Motors.mega.au

Jakarta, Motoris – Sepanjang Juni kemarin total produksi kendaraan bermotor roda empat diketahui mencapai jumlah sebanyak 17.616 unit, atau meroket hingga 600% dibanding bulan sebelumnya. Sebab, di bulan itu, sejumlah pabrik milik merek-merek yang ada kembali beroperasi setelah ditutup sementara pada saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlaku.

“Karena PSBB mulai April – Mei termasuk di Jakarta dan daerah sekitar Jakarta seperti di Bekasi dan lainnya yang merupakan tempat pabrik berada. Pabrik banyak yang ditutup sementara pada saat itu, kemudian memasuki Juni kan mulai longgar (PSBB), sebagian merek meningkatkan kapasitas produksi,” papar Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto, saat dihubungi di Jakarta, Senin (20/7/2020).

Meski begitu, jika dibanding Juni tahun 2019, jumlah produksi selama Juni tahun ini masih ambles 74,6%. Data yang dihimpun Gaikindo menunjukkan, selama bulan keenam tersebut Toyota tercatat paling banyak memproduksi dengan jumlah 12.116 unit.

Jumlah produksi Toyota itu setara dengan 39,3% dari total produksi mobil yang dihasilkan sepanjang Juni. Sementara terbanyak kedua dibukukan oleh Suzuki dengan total 3.284 unit atau 12,8% dari total.

Ilustrasi, Suzuki All New Ertiga, mobil Suzuki yang diproduksi lokal di Indonesia – dok.PT SIS

Sedangkan Mitsubishi Motors sampai akhir bulan tersebut masih belum membukukan angka produksi. Pabrik merek itu diketahui masih beristirahat sejak Mei hingga Juni. Sedangkan Daihatsu mengaku selama Juni belum memproduksi unit untuk pasar domestik, dan hanya membuat mobil untuk pasar fleet (korporasi).

“Juni sebenarnya kami hanya produksi untuk fleet order. Untuk mereka yang sudah confirm, sehingga kami akan berkomitmen, jika stoknya tidak ada maka kami pastikan akan menyuplainya,” kata Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra, saat konferensi pers  secara virtual yang digelar di Jakarta, Jumat (20/6/2020) lalu.

Selain pesanan konsumen fleet, Daihatsu di bulan itu juga memproduksi mobil untuk pasar ekspor. Namun, di pasar domestik selama Juni, Daihatsu tidak melakukan penjualan ke diler (wholesales) alias nihil.

Ilustrasi, ekspor Toyota Fortuner – dok.TMMIN

Meski – secara umum – tidak ada keterangan resmi yang menyatakan apakah mobil yang dipduksi di bulan itu juga terjual di bulan yang sama. Tetapi, fakta berbicara bahwa penjualan mobil – baik ke konsumem (ritel) maupun grosir ke diler (wholesales) – sepanjang Juni memang naik dibanding bulan Mei.

Seperti terekam dalam data Gaikindo, penjualan ritel melonjak 74,8% menjadi 29.862 unit, dan wholesales meroket 255% menjadi 12.623 unit. Di bulan keenam itu Toyota menjadi mereka dengan penjualan ritel terbanyak yakni 11.196 unit, sekaligus menjadikannya tetap bercokol di urutan pertama dalam daftar penjualan.

Adapun ekspor mobil di bulan penutup semester satu itu, untuk mobil yang berwujud Completely Built Up (CBU) atau utuh jumlahnya naik tipis menjadi 8.731 unit, dari bulan sebelumnya yang sebanyak 6.540 unit. Sebaliknya, yang berupa terurai atau Completely Knock Down (CKD) selama bulan itu masih menciut, menjadi 19.570 unit dari bulan sebelumnya 20.447 unit. (Fer/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This