Mercedes Bakal Genjot Penjualan Tipe Termewah, Ini Alasannya

Mercedes Bakal Genjot Penjualan Tipe Termewah, Ini Alasannya
SUV Mercedes-Benz Maybach, model SUV termewah Mercedes-Benz-dok.CarBuzz

Stuttgart, Motoris – Daimler AG mengaku telah melihat tanda-tanda bangkitnya penjualan produk-produknya, khususnya merek Mercedes-Benz setelah di semester pertama tahun ini “meriang lunglai” akibat dampak wabah virus corona (Covid-19) yang menyodok perekonomian dunia. Bahkan, tanda-tanda pulihnya minat konsumen terjadap Mercedes di awal paruh kedua sekarang ini juga menunjukkan keunikan, karena justetu tipe mobil termewah yang mereka minati.

Oleh karena itu, seperti diungkap Chief Executive Officer (CEO) Daimler AG – yang merupakan induk perusahaan Mercedes-Benz – Ola Kallenius, pabrikan yang bermarkas di Stuttgart, Jerman, ini akan fokus menggenjot penjualan tipe-tipe tertinggi di jajaran model buatannya.

“Saya melihat pertumbuhan yang tertinggi saat ini, justeru berada di segmen teratas di dalam penjualan kami,” ujar Ola seperti dilansir Reuters dan Euro News, Sabtu (25/7/2020).

Dia menyebut varian tertinggi atau termewah dari sejumlah model onvebsional Mercedes-Benz dan kendaraan listrik merek ini paling banyak diminati. Bahkan, berkat topangan kedua segmen tersebut harga saham Daimler pun terkerek naik.

Mobil listrik Mercedes-Benz – dok.The Week UK

Maklum, dengan meningkatnya permintaan – dan diprediksi menguat di semester kedua ini – maka laba perusahaan diproyeksi juga meningkat. Pada sesi perdagangan penutupan pada Jumat (24/7/2020) kemarin, harga saham Daimler naik 5,5% menjadi 41,32 Euro per lembarnya.

Bahkan, meski pada waktu sebelumnya, dalam laporan kinerja keuangan pabrikan, Daimler menyatakan pendapatan operasi di tiga bulan kedua tahun ini menyusut 30% dan kerugian sebelum pajak (EBIT) mencapai 1,68 miliar euro.

Analis Nord LB, Frank Schwope, menyebut naiknya harga saham Daimler itu dikarenakan para investor meyakini kondisi yang terjadi tidak akan semakin memburuk. Terlebih, saham-saham pabrikan lain yang kini tengah menanjak, seprti Tesla Inc, lebih dikarenakan faktor euforia saja. (Sut/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS