Mitsubishi Terus Merugi: Berhenti Produksi Pajero, Tutup Pabrik, hingga Pangkas Gaji

Mitsubishi Terus Merugi: Berhenti Produksi Pajero, Tutup Pabrik, hingga Pangkas Gaji
Ilustrasi, Mitsubishi Motors - dok.US News & World Report

Tokyo, Motoris – Mitsubishi Motors Corporation (Mitsubishi) memperkirakan sepanjang tahun fiskal 2020/2021 (1 April 2020 – 31 Maret 2021) pihaknya bakal menelan kerugian operasi hingga 140 miliar yen atau sekitar Rp 19,2 triliun (kurs moderat 1 yen Jepang = Rp 137,27). Nilai kerugian tersebut diakui sebagai kerugian operasi yang terbesar dalam 18 tahun terakhir (atau sejak tahun 2002) dalam catatan keuangan perusahaan.

Seperti dilaporkan Reuters, Senin (27/7/2020), serangkaian langkah telah dilakukan pabrikan nomor enam terbesar di Jepang itu. Mulai dari memangkas jumlah tenaga kerja, mengurangi jumlah produksi , hingga menutup diler yang dinilai sudah tak memberi keuntungan.

Sementara, Kyodo News yang juga mengutip laporan keuangan Mitsubishi Motors di hari yang sama melaporkan, sepanjang kuartal pertama tahun fiskal 2020/2021 – yakni di rentang April – Juni 2020, Mitsubisi membukukan rugi bersih 176,16 miliar yen atau sekitar Rp 24,18 triliun.

“Mitsubishi Motors Corporation mengatakan, pihaknya membukukan kerugian bersih 176,16 miliar yen pada kuartal pertama tahun fiskal yang berakhir Juni karena melambatnya penjualan global menyusul pandemi vitus corona,” tulis Kyodo News.

Ilustrasi, sebuah diler Mitsubishi Motors di Cina – dok.US News Money

Tahun fiskal sebelumnya (2019/2020), selama kuartal pertama (April – Juni 2019), merek berlambang Tiga Berlian ini juga membukukan kerugian bersih hingga 9,31 miliar yen atau sekitar Rp 1,28 triliun.

Sebagai bagian dari upaya restrukturisasi dari kondisi yang terjadi ini, Mitsubishi mengumumkan akan menutup pabrik anak perusahaannya, yang selama ini memproduksi SUV Pajero, MPV Mitsubishi Delica, dan Mitsubishi Outlander. Produksi SUV Pajero bahkan akan dihentikan karena penjualannya yang terus jeblok.

Tutup pabrik di Jepang dan pangkas gaji
Seperti diwartakan laman Nippon, Kamis (23/7/2020) kabar tersebut diungkap salah satu sumber terpercaya di pabrikan, pada Rabu (22/7/2020). Sang sumber mengatakan pabrik yang akan ditutup itu adalah pabrik milik Pajero Manufacturing Company yang berlokasi di Prefektur Gifu, Jepang tengah.

Ilustrasi, Mitsubishi Pajero – dok.CarsGuide.com

Selain sederet langkah itu, masih ada langah lain. Chief Executive Mitsubishi Motor Corporation ,Takeo Kato, menyebut langkah lain adalah memangkas gaji para eksekutif. ”Cara ini untuk membuka jalan menuju pemulihan, prioritas utama semua eksekutif adalah berbagi rasa krisis dengan karyawan untuk melakukan pengurangan biaya,” kata dia.

Untuk jajaran direksi, pemangkasan gaji hingga 45%. Dengan serangkaian langkah tersebut, Kato menyebut perusahaan bakal menghemat 20% anggaran.

Sedangkan strategi pemasaran, sesuai dengan stragegi yang dijalankan oleh aliansi Renault – Nissan – Mitsubishi Motors, maka Mitsubishi juga akan fokus ke Asia dan mengurangi intensitasnya di Amerika dan Eropa. Selama ini, Asia – khususnya Asia Tenggara – menjadi pasar yang “gurih” bagi pabrikan tersebut.

Chief Executive Officer Mitsubishi Motor Corporation, CEO Takao Kato – dok.Istimewa via Autoindustriya

“Sebelum pandemi, kami sudah mempertimbangkan sejumlah mengurangi wilayah dan segmen kendaraan yang berkinerja buruk, demi mengurangi dampak ke kami. Nanti, setelah pademi (Covid-19 berakhir), kami perlu mengambil langkah untuk membuat perubahan ini. Kami akan fokus ke pasar yang kompetitif,” ungkap Kato. (Fer/Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS