Penjualan Pikap Januari – Juni Masih Anjlok 35%

Penjualan Pikap Januari – Juni Masih Anjlok 35%
Ilustrasi, pikap Suzuki Carry dalam berbagai varian aplikasi - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Sepanjang semester pertama tahun ini atau dari Januari hingga Juni kemarin, total penjualan kendaraan niaga jenis pikap ke konsumen (ritel) tercatat sebanyak 40.258 unit. Jumlah tersebut masih anjlok 35% dibanding periode sama tahun 2019 yang sebanyak 61.661 unit.

Masih melempemnnya penjualan kendaraan penopang kegiatan usaha ini dikarenakan sektor usaha penyerapnya juga masih belum bergairah seiring dengan perekonomian nasional yang melemah karena terdampak wabah virus corona. “Banyak orang menahan pembelian, karena memang menyesuaikan keadaan. Karena volume usaha juga belum bertambah dikarenakan dampak pandemic (virus corona), jadi kebutuhan kendaraan juga belum mendesak,” ungkap pengurus Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Indonesia (PPPTI), Agus Sumarsono, saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (28/7/2020).

Bahkan, lanjut Agus, meski pemerintah menambah plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) berikut subsidi bunganya kepada pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pun, para pedagang tak akan serta merta membuatnya untuk membeli kendaraan (pikap). “Karena, memang skala prioritas kita saat ini bukan kendaraan, tetapi ke kebutuhan yang paling mendasar adalah me-reschedule pinjaman dan memulihkan kegiatan dagang kita. Saya kira pelaku usaha sektor-sektor lain pun demikian,” ucap Agus.

Pikap Daihatsu Gran Max – dok.Istimewa

Sektor perdagangan merupakan salah satu dari penyerap kendaraan pikap di Tanah Air, selain pertanian, perkebunan, dan logistik. “Naik turunnya permintaan kendaraan niaga (termasuk pikap) sangat tergantung kondisi perekonomian. Kalau ekonomi naik, kondisinya tumbuh ya permintaan naik dan sebaliknya,” ujar Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto, saat dihubungi di Jakarta, akhir pekan lalu.

Sementara itu, Kementerian Keuangan beberapa waktu lalu menyatakan sepanjang kuartal pertama tahun ini pertumbuhan ekonomi nasional hanya berada di level 2,97% jauh menurun dibanding periode sama tahun 2019 yang berada di level 5%. Kemudian di kuartal kedua, diperkirakan berada di kisaran minus 4,3%, meski International Monetery Fund memperkirakan minus 0,3%.

Namun, yang pasti, setelah masa pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yakni di bulan Juni, kegiatan masyarakat diluar rumah meningkat. Dan seiring dengan itu pula – sesuai dengan data yang dihimpun Gaikindo – penjualan ritel pikap pun naik.

Kia Big Up yang dipamerkan di hajatan GIICOMVEC 2020 – dok.Motoris

Fakta berbicara, di bulan keenam itu, penjualan ritel kendaraan tersebut naik 131,8% dibanding bulan Mei, sehingga menjadi 5.091 unit. Tetapi jika dibanding bulan Juni 2019, jumlah tersebut masih ambrol 41%.

Adapun penjualan pikap dari pabrik ke diler (wholesales) di semester pertama tahun ini tercatat sebanyak 35.271 unit. Jumlah tersebut dibukukan oleh Suzuki Carry yang mencatatkan penjualan sebanyak 13.933 unit.

Kemudian Daihatsu Gran Max 11.841 unit, Mitsubishi Colt L300 sebanyak 6.311 unit, Isuzu Traga 2.510 unit, DSFK Supercab 506 unit, dan Tata Super Ace 93 unit. Selain itu dari Kia Big-up yang terjual 50 unit, Hyundai H-100 23 unit, dan Tata Ace EX2 sebanyak 4 unit. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This