Pesaing Tesla Asal Cina, Xpeng Kini Pol-polan Galang Investasi

Pesaing Tesla Asal Cina, Xpeng Kini Pol-polan Galang Investasi
Mobil listrik Xpeng P7 buatan Xpeng Motors yang dipamerkan di hajatan Guangzhou Motor Show 2019 lalu - dok.InsideEVs.com

Beijing, Motoris – Perusahaan rintisan (startup) pebuat mobil listrik asal Cina, Xpeng Motors, kini terus bergerak cepat untuk mewujudkan impian menjadi pemain kendaraan listrik dunia. Terlebih, pemerintah Republik Rakyat Cina (Cina) juga mendorong agar pabrikan yang beroperasi di negeri itu menggenjot produksi dan penjualan mobil energi terbarukan, termasuk listrik murni.

Kini, Xpeng disebut-sebut bakal mencatatkan secara perdana sahamnya (go public) di bursa saham Amerika Serikat. Meski kini persiapan tersebut dilakukan secara rahasia.

Namun, yang pasti, seperti dilaporkan Reuters dan South China Morning Post, Jumat (31/7/2020) Xpeng kini telah melakukan pembicaraan dengan sejumlah investor untuk menambah kas perusahaan sebelum go public itu resmi terjadi. Jika sebelumnya – pada Juli – Xpeng mengaku telah mengumpulkan dana investasi senilai US$ 500 juta dari sejumlah investor termasuk Aspex, Coatue, Hillhouse dan Sequoia Capital China, kini perusahaan iu telah melakukan pembicaraan serius dengan investor baru untuk kembali meraup dana.

SUV Listrik Xpeng G3 – dok.EqualOcean

Salah satu investor anyar itu adalah dana milik Orotoritas Investasi Qatar dengan nilai sekitar US$ 300 juta. “Xpeng mungkin akan terus memperluas penggalangan dana.Dana tersebut akan digunakan untuk penelitian di berbagai bidang, antara lain teknologi kendaraan cerdas atau kendaraan otonom,” ujar sumber yang mengetahui kegiatan Xpeng tersebut.

Sementara, kata sang suber, proses permohonan ke United States Securities and Exchange Commission atau Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) kini tengah berlangsung dan hampir selesai. Rencananya, Xpeng mencatatkan saham dengan penjualan saham perdana (IPO) kepada umum di bursa saham Negeri Paman Sam itu.

Dengan dana yang dihimpun dari publik yang semakin banyak, Xpeng berkeyakinan akan mampu meningkatkan teknologi untuk mobil listrik buatannya. Begitu pun dengan jumlah produksi.

Tampilan belakang Xpeng P7 – dok.WorldAutomobile.com

Terlebih, di dalam negeri Cina, pemerintah setempat mengatakan pada tahun 2025 nanti , produsen mobil yang tumbuh di dalam negeri itu ditargetkan menguasai 80% pasar kendaraan listrik. Lantaran itulah, pemerintah negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia itu memberi sejumlah insentif kepada pabrikan.

Hanya, Xpeng yang sepanjang Juni kemarin tercatat berhasil menjualan SUV listrik G3 sebanyak 19.376 unit itu menolak berkomentar saat dikonfirmasi Reuters ihwal ini. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS