Ajak Konsumen Berkelit di Saat Sulit, Tata Motors Tawarkan Truk Bekas Berkualitas

Ajak Konsumen Berkelit di Saat Sulit, Tata Motors Tawarkan Truk Bekas Berkualitas
Truk bekas dengan kondisi yang masih 85% atau lebih PT Tata Motors Distribsi Indonesia yang ditawarkan ke konsumen di tengah kondisi wabah Covid-19 - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Dampak wabah virus corona (Covid-19) yang menampar perekonomian nasional telah membuat pelaku usaha – yang selama ini menjadi konsumen pembeli truk – mengencangkan ikat pinggang. Dalam kondisi seperti ini, PT Tata Motors Distributi Indonesia (TMDI) menawarkan solusi berupa truk bekas yang masih sangat layak pakai dengan harga yang jauh lebih miring.

Seperti diungkap Marketing Manager TMDI, Wilda Bachtiar, tawaran tersebut disodorkan TMDI bagi pelanggannya yang di tengah wabah Covid-19 ini masih tetap menjalankan aktifitas bisnis. “Bahkan mungkin bisnisnya meningkat, sehingga membutuhkan kendaraan tambahan. Tetapi dalam kondisi sekarang kan pilihannya melalui kredit, tetapi DP (Down Payment atau uang muka) tinggi, Atau beli secara tunai,” papar Wilda saat dihubungi di Jakarta, Senin (10/8/2020).

Jika pilihannya membei secara tunai, maka perusahaan tersebut juga harus pintar-pintar mencari truk yang berharga terjangkau. Terlebih, dalam kondisi seperti sekarang, banyak sektor yang tak lagi mensyaratkan armada yang dimiliki vendor transportasi berumur muda atau baru.

“Sehingga para vendor ini bisa berinvestasi truk bekas yang kondisi cukup oke karena terawatt, tetapi harganya sangat terjangkau,” ujar Wilda.

ruk Tata Motors untuk sektor logistik dan distribusi barang, meskipun bekas namun masih sangat layak karena hanya figunakan sebagau unit test drive, kini ditawarkan ke konsumen – dok.Istimewa

Truk-truk yang ditawarkan TMDI merupakan truk bekas unit untuk test drive calon pembeli. Truk-truk ini kondisinya masih 85%, dan bahkan kondisi mesinya masih seperti baru.

“Karena kami terus merawatnya. Karena ini unit tes, sehingga menjadi gambaran seperti apa truk-truk Tata yang sebenarnya. Karenanya, kami selama ini terus melakukan perawatan rutin agar kondisi tetap prima seperti sediakala,” kata Wilda.

Dia tak memungkiri, dalam kondisi ekonomi yang masih sulit – menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) selama kuartal pertama hanya tumbuh 2,97% dan kuartal kedua – 5,32% year on year – pasar truk masih menghadapi tekanan yang kuat. Lantaran itulah, dibutuhkan kreatifitas agen pemegang merek untuk tetap melayani calon konsumen sesuai dengan kondisi yang tengah mereka alami.

Kondisi kabin truk Tata Prima LX 2528.K bekas yang ditawarkan TMDI – dok.Istimewa

“Dengan fleksibel, kita harapkan kondisi perusahaan juga terus sehat. Bisnis harus tetap berjalan, meskipun kondisi masih sulit,” ucap dia.

Pasar truk ambrol
Tetapi yang pasti, strategi ini juga memberi keuntungan bagi TMDI, untuk memacu diri di tengah kondisi yang belum menentu karena kondisi pandemi yang beum bisa dipastikan kapan bisa diakhiri. Meski kondisi yang sulit tersebut hanya dihadapi Tata Motors sendiri, melainkan hampir semua merek kendaraan komersial yang menjajakan produknya di Tanah Air.

Data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, sepanjang januari – Juni atau semester pertama kemarin, Tata Motors Indonesia hanya membukukan penjualan ke konsumen (ritel) sebanyak 196 unit. Jumlah ini berkurang 196 unit atau turun 50% dibanding enam bulan pertama tahun 2019 yang masih sebanyak 392 unit.

Penjualan ritel di semester pertama tahun ini dibukukan dari penjualan sepanjang januari yang sebanyak 37 unit, Februari 104 unit, dan Maret 19 unit. Kemudian di bulan April 6 unit, Mei 14 unit, dan Juni 20 unit.

Ilustrasi, salah satu truk yang dipasarkan Tata Motors Indonesia, Tata Prima 3338.K – dok.Motoris

Fakta berbicara, di paruh pertama tersebut pasar truk di Tanah Air memang ambles dibanding periode yang sama tahun 2019. Penjualan ritel truk – dari berbagai kategori – rentang waktu itu tercatat sebanyak 23.330 unit. Jumlah tersebut anjlok 44% dibanding penjualan di semester pertama tahun 2019 yang sebanyak 41.309 unit.

Rinciannya, penjualan truk ringan sebanyak 17.876 unit, ambrol 36% dibanding rentang waktu sama tahun 2019. Truk medium yang penjualannya sebanyak 1.771 unit ambles 47%, dan truk berat yang terlego 3.683 unit anjlok 63%. (Ril/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This