FT: Upaya Dorong Aliansi Honda – Nissan Gagal Total

FT: Upaya Dorong Aliansi Honda – Nissan Gagal Total
Ilustrasi, aliansi Nissan dengan Honda - dok.Carscoops.com

London, Motoris– Serangkaian usaha yang dilakukan oleh pemerintah Jepang untuk mendorong dua pabrikan mobil kondang negeri itu – yakni Honda Motor Company dan Nissan Motor Company – untuk membuat jalinan aliansi di antara keduanya disebut telah gagal. Masing-masing pabrikan dikabarkan menolak ide tersebut.

Informasi tersebut diungkap surat kabar bisnis Financial Times (FT) yang dikutip The Mainichi dan Bloomberg, Minggu (16/8/2020) kemarin. Harian bisnis itu mengaku telah mendapatkan kabar tersebut dari tiga orang sumber terpercaya yang mengetahui persis upaya tersebut di pemerintahan.

“Saran untuk merger (aliansi antara Honda dengan Nissan) itu dibuat pada akhir tahun lalu. Upaya itu diajukan di tengah meningkatnya persaingan global di sektor otomotif untuk beralih ke kendaraan listrik otonom (mobil tanpa sopir),” tulis Financial Times.

Ilustrasi, crossover listrik Honda Everus VE-1 yang merupakan mobil listrik Honda berbasis Honda HR-V- dok.Istimewa via Daily Express

Ide ini pertama kali muncul dari penasihat Perdana Menteri Shinzo Abe. Inisiatif tersebut terbersit karena para penasehat itu khawatir keadaan aliansi antara Nissan Motor Cmpany degan pabrikan asal Prancis – Renault SA yang memburuk sejak penangkapan mantan bos Carlos Ghosn tahun 2018 karena manipulasi keuangan perusahaan.

Laporan Financial Times yang mengutip para sumber itu menyebut para penasehat Abe khawatir bahwa hubungan Nissan yang memburuk dengan Renault dapat mengakibatkan aliansi itu runtuh. Kondisi tersebut, bila terjadi akan semakin membuat perusahaan Jepang itu semakin terpuruk.

Padahal, dalam aliansi ini melibatkan satu lagi pabrikan asal Jepang, yakni Mitsubishi Motor Corporation.Namun, alih-alih dibahas di tingat direksi, usulan dan saran itu mental. Dua pabrikan itu menolak mentah-mentah.

Pejabat di Honda Motor – yang merupakan produsen mobil terbesar kedua di Jepang berdasar volume produksi – tak sudi menerima ide aliansi ini. Pasalnya, struktur modal Nissan yang kompleks terkait aliansi dengan Renault.

Ilustrasi, proses produksi mobil di pabrik Nissan – dok,Youtube

Sementara Nissan – yang merupakan produsen mobil terbesar ketiga di Negeri Matahari Terbit itu – juga menentang gagasan untuk merger atau beralinasi dengan Honda. Para pejabat di pabrikan berdalih lebih suka jika perusahaan akan fokus untuk mengembalikan aliansinya ke jalur yang benar.

“Bahkan, ide tersebut lenyap sebelum masuk ke dewan direksi masing-masing perusahaan,” jelas harian ekonomi kondang di Inggris itu.

Sekadar catatan, hingga saat ini dari delapan merek mobil besar di Jepang, empat di antaranya yakni Mazda Motor Corp., Subaru Corp., Suzuki Motor Corp., dan Daihatsu Motor Co. – telah terikat dalam kepemilikan silang dengan Toyota Motor Corportaion. Hanya Honda saja yang hingga kini melenggang sendirian tanpa ikatan modal dengan pabrikan lain.

Semakin meningkatnya permintaan mobil listrik dan pengeluaran biaya pengembangan teknologi kendaraan bersumber tenaga dari setrum ini telah membantu mempercepat merger atau aliansi para produsen mobil di seluruh dunia.

Ilustrasi, proses produksi mobil Honda – dok.Honda via SteelGuru

Tercatat, telah terjadi penggabungan kepemilikan antara Peugeot PSA Group dengan Fiat Chrysler Automobiles NV dan Ford Motor Co. Kemudian, tahun lalu, Volkswagen AG juga membentuk aliansi untuk menghemat biaya. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This