Nissan Relokasi Produksi dari RI, Thailand Makin Pede Tetap Terbesar di ASEAN

Nissan Relokasi Produksi dari RI, Thailand Makin Pede Tetap Terbesar di ASEAN
All New Nissan Kicks e-Power yang diluncurkan secara resmi di hajatan Bangkok International Motor Show 2020 - dok.Nissan Thailand

Bangkok, Motoris – Thailand semakin yakin bakal tetap mempertahankan statusnya sebagai basis produksi mobil yang terbesar di kawasan regional Asia Tenggara (ASEAN) pasca Covis-19 karena Thailand yang menutup pabriknya di Indonesia dan merelokasi produksi mobil ke Negeri Gajah Putih itu. Terlebih, Nissan juga disebut semakin percaya diri (Pede) dengan menjadikan Thailand sebagai basis produksinya.

Seperti dilaporkan The Bangkok Post, Senin (24/8/2020), pernyataan itu diungkapkan langsung Menteri Perindustrian Thailand, Suriya Jungrungreangki kepada media usai menerima Presiden Nissan Motor Thailand, Ramesh Narasimhan beberapa waktu lalu. “Nissan percaya diri di Thailand, di mana ia berencana untuk melanjutkan bisnisnya,” kata dia.

Pada bulan Mei lalu, seperti dilaporkan Associated Press , Nissan Motor Company telah mengumumkan untuk menutup pabriknya di Indonesia. Langkah itu merupakan bagian dari rencana empat tahun ke depan yang dibuat oleh pabrikan asal Yokohama, Jepang, itu dalam rangka meningkatkan kinerja bisnisnya.

Ilustrasi, proses produksi mobil di pabrik Nissan – dok,Youtube

Dengan penutupan pabrik di Indonesia dan memfokuskan pabrik di Thailand, menjadikan negeri yang juga disebut dengan Siam itu sebagai satu-satunya basis produksi Nissan di Asia Tenggara. Fasilitas produksi itu berlokasi di Samut Prakan.

“Nissan bertekad untuk memproduksi mobil listrik dan hybrid dalam jangka panjang dan telah mendapat dukungan dari Dewan Investasi (Thailand) melalui program insentifnya, Ini akan bagus untuk penyerapan tenaga kerja, terutama di industri otomotif,” kata Suriya.
Dia menegaskan, mesi pandemi Covid-19 telah sangat mempengaruhi perekonomian Thailand dan global, namun Thailand tetap bakal menjadi basis produksi terbesar. “Dan kami akan terus memposisikan diri sebagai basis produksi mobil bagi banyak pabrikan (berbagai merek dunia),” tandas Suriya kepada The Bangkok Post.

Menurut Federasi Industri Thailand (FTI), hampir setengah dari mobil yang diproduksi di Thailand diekspor. Sepanjang tahun 2019 lalu, Thailand telah memproduksi mobil sebanyak 2.013.710 unit, sedangkan Indonesia sebanyak 1.286.848 unit.

Ilustrasi, debut global Nissan Kicks e-Power yang diresmikan di hajatan Bangkok International Motor Show 2020 – dok.Nissan Thailand

Sementara di tahun ini, FTI memperkirakan jumlah produksi sepanjang tahun ini diperkirakan ambrol hingga 37% sehingga menjadi 1,33 juta unit. Penjualan di dalam negeri diperkirakan turun 30-50% menjadi 700.000 unit.

“Dan produksi turun 37%. Thailand merupakan basis produksi kendaraan ekspor di kawasan regional,” tutur Juru Bicara FTI, Surapong Paisitpattanapong. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This