Terus Pacu Pasar, Beijing Auto Show 2020 Tetap akan Digelar

Terus Pacu Pasar, Beijing Auto Show 2020 Tetap akan Digelar
Ilustrasi, Beijing Auto Show 2018 - dok.Autocar

Beijing, Motoris – Kalangan industri mobil di Cina terus berupaya “mompa” denyut nadi pasar, agar penyerapan produk merek terus berkibar setelah wabah virus corona (Covid-19) menerpa negeri itu sejak Desember 2019 lalu. Kini, ikhtiar paling anyar yang bakal digelar adalah penyelenggraan Beijing International Auto Show 2020.

Seperti dilaporkan laman China Daily News dan Sino Auto, belum lama ini, panitia penyelenggara hajatan itu memastikan, pameran itu bakal digelar pada 26 September – 5 Oktober mendatang di Pusat Pameran International Cina yang berada di Beijing.

“Penyelengaraan akan tetap mengutamakan protokol kesehatan dalam rangka menantisipasti paparan Covid-19,” bunyi pernyataan panitia yang dikutip laman Automotive News.

Panitia hajatan itu menegaskan, pameran tahun ini akan diikuti oleh hampir semua merek otomotif ternama dalam dan luar negeri untuk memamerkan produk terbaru mereka. “Termasuk lebih dari 30 merek mobil internasional, di antaranya Mercedez-Benz, BMW, Audi, Volkswagen, Ford, Lincoln, General Motors, Toyota. dan Nissan,” kata panitia.

Ilustrasi, mobil Toyota yang dipasarkan di Cina – dok.Japantimes.co.jp

Meski penjualan mobil di Negeri Tirai Bambu itu diramal bakal menurun dibanding tahun lalu, namun negara dengan penduduk terbanyak di dunia ini masih menjadi pasar mobil terbesar di dunia. Setidaknya, di saat Covid-19 menerpa berbagai belahan dunia, ternyata sepanjang Januari – Juli, Cina masih membukukan penjualan mobil terbanyak di dunia.

Data yang dihimpun Asosiasi Industri Otomotif yang berbasis di Eisenach, Jerman – VDA – yang dilansir laman Best Selling Cars, Kamis (20/8/2020) kemarin, data VDA menyebut di tujuh bulan pertama itu penjualan mobil di Cina, Jepang, dan Amerika Serikat masih merosot hingga seperlima dibanding penjualan sepanjang rentang waktu yang sama tahun 2019. Sedangkan di Eropa dan India menyusut hingga sepertiga.

“Namun, dari penjualan di semua pasar utama dunia itu, kinerja penjualan di Cina merupakan kinerja yang terbaik, meski mengalami kontraksi minus 18,5%,” bunyi laporan asosiasi itu.

Lexus di Cina – dok.Nikkei Asian Review

Penjualan di Negeri Tirai Bambu itu tercatat sebanyak 9.343.000 unit di periode Januari hingga Juli. Jumlah penjualan ini juga menjadi yang terbanyak di dunia. Sedangkan terbanyak kedua dibukukan oleh Amerika Serikat dengan total 7.656.600 unit, meski turun 21,9% dibanding kurun waktu yang sama tahun lalu.

Sementara penjualan terbanyak ketiga, dibukukan oleh pasar di wilayah Eropa Barat (terdiri dari 14 negara Uni Eropa, wilayah perdagangan bebas Eropa atau EFTA, serta Inggris) dengan total 5.756.200 unit. Jumlah ini ambrol 35% dibanding tujuh bulan pertama 2019.

Penjualan di Negeri Tirai Bambu itu tercatat sebanyak 9.343.000 unit di periode Januari hingga Juli. Jumlah penjualan ini juga menjadi yang terbanyak di dunia.

Ilustrasi, mobil BMW di Cina – dok.Istimewa

Sebelumnya, Asosiasi Produsen Mobil China (CAAM) memperkirakan penjualan mobil di pasar lokal Cina bakal menciut 2% sepanjang tahun 2020 ini. Penurunan ini menjadi penurunan tahun ketiga berturut-turut. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This