Geely dan GM-SAIC Ngebet Garap Pasar Pikap Medium

Geely dan GM-SAIC Ngebet Garap Pasar Pikap Medium
Ilustrasi, Geely - dok.Istimewa via TeleTrader.com

Zhejiang, Motoris – Zhejiang Geely Holding Group dikabarkan tengah berupaya untuk menerobos pasar pikap medium di Cina yang saat ini dikuasai oleh Great Wall. Pekan lalu, pabrikan yang didirikan oleh Li Shufu ini diketahui telah memamerkan pikap pertama buatannya dalam sebuah acara perusahaan yang disiarkan media sosial.

Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (1/9/2020), selain Geely, pabrikan lain yang juga ngebet untuk memasuki pasar pikap medium di Negeri Tirai Bambu itu adalah perusahaan patungan antara General Motors (GM) dengan SAIC Motor dan Guangxi Automobile Group (Wuling). Perusahaan kongsi tiga pabrikan itu, saat ini disebut tengah menunggu restu dari pemerintah untuk memproduksi pikap medium pertmanya, Zhengtu.

Padahal, ceruk pasar pikap medium di Cina hingga kini masih terbilang kecil, yakni kurang dari 2% dari total pasar kendaraan di negara itu. Bahkan Asosiasi Produsen Mobil Cina (CAAM) menyebut, selama Januari – Juli kemarin total penjualan pikap medium hanya 251.000 unit.

Jumlah itu menciut 1,4% dibanding penjualan sepanjang tujuh bulan pertama tahun 2019. Meski, angka penurunan penjualan pikap medium itu masih jauh lebih rendah ketimbang penurunan yang dialami pasar mobil secara keseluruhan yang ambles hingga 12,7%.

Kini, Geely diketahui tengah membangun pabrik baru dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 100.000 unit kendaraan, termasuk kendaraan pikap. Pabrik tersebut dibangun di kota Zibo, Cina bagian timur.

Ilustrasi, Logo General Motors – dok.Reuters

Hanya, baik Geely maupun GM tak bersedia mengomentari kabar ini. Tetapi yang pasti, rencana kedua perusahaan – Geely dan GM bersama mitra kongsinya – untuk menggelontorkan pikap, didasari prospek perkembangan pasar pikap lebih menjanjikan.

Sekadar catatan, Great Wall Motor yang merupakan produsen pikap terbesar di Cina hingga saat ini, sepanjang Januari – Juli membukukan lonjakan penjualan hingga 38% dibanding periode sama di tahun 2019. Sementara, di saat yang sama penjualan kendaraan sport dan sedan masing-masing ambrol 11% dan 22%.

Namun, Skretaris Jenderal China Passenger Car Association (CPCA), Cui Dongshu memperkirakan lonjakan penjualan kendaraan jenis ini tidak akan berlangsung hingga jangka panjang. Menurut dia, jika saat ini ada lonjakan permintaan karena sebelunya memang ada kekurangan pasokan.

Terlebih, masyarakat negara dengan penduduk terbanyak di dunia itu lebih meminati SUV dan sedan. “Mereka lebih akrab dengan SUV dan sedan,” ucap dia. (Ril/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This