Sepanjang Juli di Singapura, Mercedes-Benz Lebih Laris Ketimbang Toyota

Sepanjang Juli di Singapura, Mercedes-Benz Lebih Laris Ketimbang Toyota
Ilustrasi, Mercedes-Benz - dok.Istimewa

Singapura, Motoris – Sepanjang bulan Juli kemarin, Singapura mencatatkan penjualan mobil sebanyak 4.825 unit atau anjlok 31% dibanding bulan sebelumnya. Hampir semua merek mencatatkan amblesnya penjualan, kecuali Mercedes-Benz dan Bayerische Motoren Werke (BMW).

Seperti dilaporkan laman Focus2Move, belum lama ini, pada bulan ketujuh itu mobil merek Mercedes-Benz terjual sebanyak 762 unit atau meningkat 33,7% dibanding jumlah penjualan bulan yang sama tahun lalu. Angka penjualan mobil asal Jerman itu, ternyata lebih banyak dibanding angka penjualan mobil Toyota yang hanya sebanyak 739 unit.

Jumlah yang dibukukan Toyota itu, ambles 29,6% dibanding bulan sebelumnya. Namun, kinerja penjualan Toyota dan Mercedes-Benz ini jauh di atas pencapaian penjualan BMW yang hanya 435 unit.

Meski, penjualan BMW itu naik 11%. Bahkan, angka yang dukir BMW di Negeri Merlion ini lebih mencorong dibanding merek-merek lainnya – kecuali Mercedes-Benz – karena hampir semuanya mencatatkan ambrolnya penjualan hingga dua digit.

Ilustrasi, Toyota Alphard 2020 – dok.Priceprice

Data yang dihimpun Biro Statistik Singapura menunjukkan, di rentang Januari – Juli total penjualan mobil di negeri itu hanya 21.288 unit. Jumlah ini ambrol 54,5% dibanding periode sama tahun lalu.

Menurut catatan lembaga itu, tahun 2020 ini diawali dengan kinerja penjualan yang sangat negatif akibat dampak wabah virus corona (Covid-19). Terlebih pada mulai Maret juga diberlakukan kebijakan penutupan wilayah sebagai upaya untuk mengendalikan potensi paparan virus yang mematikan itu, dan menyengat perekonomian nasional.

Akibatnya, sepanjang kuartal pertama penjualan mobil anjok 28,3%, dengan total jumlah hanya 14.699 unit. Muramnya kondisi pasar masih berlanjut di bulan-bulan setelahnya.

Ilustrasi, BMW M8 Coupe Competition – dok.Istimewa

Terbukti, pada April pejualan mobil rontok hingga 90,1%. Bahkan bulan berikutnya, atau Mei pasar nyari lumpuh karena longsir hingga 99,2%, dan Juni sedikit naik dibanding Mei, namun masih rontok 82,7% dibanding Juni 2019.

Walhasil, total penjualan sepanjang tiga bulan kedua atau kuartal kedua hanya 1.794 unit. Namun, catatan yang ada menunjukkan, Toyota masih menjadi merek terlaris selama tujuh bulan pertama di negara kota tersebut.(Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This