Thailand Bahas MRA Ekspor Mobil dengan Vietnam, Bagaimana RI?

Thailand Bahas MRA Ekspor Mobil dengan Vietnam, Bagaimana RI?
Ilustrasi, produksi mobil di sebuah pabrik milik salah satu merek di Thailand - dok.Nikkei Asian Review

Bangkok, Motoris – Thailand dikabarkan telah mengajukan usulan kepada pemerintah Vietnam untuk saling menyetujui Mutual Recognition Agreement (MRA) standar mobil dari kedua belah pihak. Maklum, isu standar selama ini kerap digunakan sebagai instrumen hambatan non tarif oleh negara-negara di dunia, termasuk Vietnam, dalam membatasi arus impor.

Seperti dilaporkan Vietnam Express dan Times of Vietnam, belum lama ini, Menteri Perdagangan Thailand Sontirat Sontijirawong kepada Bangkok Post beberapa waktu lalu mengatakan , pemerintah Negeri Gajah Putih telah menugaskan kementeriannya untuk membahas MRA itu dengan koleganya di Vietnam. Langkah ini untuk merespon kebijakan pemerintah Vietnam yang merevisi Decree 116 Tahun 2017.

Menurut Sontirat, MRA akan menghindarkan terjadinya pengujian kualitas produk otomotif yang berulang di negara pengeskpor dan negara pengimpor yang berujung tidak efisiennya biaya impor. Jika itu dijalankan, maka harga yang diberikan kepada konsumen juga semakin bersaing.

Ilustrasi Truk Isuzu produksi Thailand yang diekspor – dok.Jim Autos Thailand

Bahkan, seperti dilaporkan The Post, dalam pertemuan Komite Perdagangan kedua negara yang digelar di ibu kota Vietnam, Hanoi, pada 3 Agustus lalu, delegasi Thailand mengusulkan agar industri otomotif Vietnam menggunakan suku cadang buatan negerinya. Maklum, kini semakin banyak mobil yang dijajakan di Vietnam dirakit di pabrik lokal.

Data yang dihimpun Vietnam Automobile Manufacturers Association (VAMA) menunjukkan, sepanjang Januari – Juli kemarin lebih dari 143.000 mobil terjual di Vietnam. Dari jumlah tersebut, 124.700 unit di antaranya dirakit secara lokal dan 23.700 unit dari impor.

“Penjualan mobil rakitan lokal sepanjang kurun waktu itu meningkat 12% dibanding periode yang sama tahun lalu. Sedangkan mobil impor turun 45%,” bunyi pernyataan asosiasi tersebut.

Ilustrasi, kegiatan produksi mobil di Thailand – dok.Istimewa via Thailand News Today

Selain dari Thailand, Vietnam tahun ini juga mengimpor mobil dari Cina, Jerman, Slovakia, Hungaria, Spanyol, dan Indonesia. Tetapi, porsi impor dari Thailand dan Vietnam yang terbesar, bahkan mencapai lebih dari 80% dari total volume impor.

Lantas bagaimana dengan Indonesia? Apakah juga telah membahas MRA dengan Negeri Paman Ho itu? (Ril/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This