Meski Naik di Agustus, Penjualan Mobil Selama Delapan Bulan Masih Rontok

Meski Naik di Agustus, Penjualan Mobil Selama Delapan Bulan Masih Rontok
Ilustrasi, Honda Mobilio versi terbaru, facelift - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Sepanjang Januari hingga Agustus tahun ini penjualan kendaraan bermotor roda empat atau lebih (mobil) tercatat masih muram dibanding tahun lalu, atau bahkan tahun sebelumnya. Data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, baik penjualan ke diler (wholesales) maupun ke konsumen (ritel) di delapan bulan pertama itu masih ambles.

Tercatat, wholesales di delapan bulan pertama tahun ini hanya berkisar 320.000-an unit. Sedangkan penjualan ke konsumen (ritel) sebanyak 360.000-an unit. “Penjualan sampai dengan Agustus masih berat kondisinya (baik wholesales maupun ritel). Dampak Covid-19, sangat terasa ke industri kita,” tutur kolega Motoris di Gaikindo saat dihubungi di Jakarta, Jumat (11/9/2020) malam.

Data Gaikindo sebelumnya memang menunjukkan, wholesales sepanjang Januari – Agustus 2019 lalu masih sebanyak 660.720 unit. Meski jumlah ini juga ambles 13,4% dibanding wholesales di kurun waktu sama tahun 2018 yang masih sebanyak 763.332 unit.

Ilustrasi, Suzuki Ignis facelift – dok.Wheel BHP

Sementara, penjualan ritel di delapan bulan pertama tahun 2019 sebanyak 675.850 unit. Jumlah ini pun juga ambles, sebesar 11% dibanding periode sama tahun 2018 yang sebanyak 759.172 unit.

Namun, seperti dikatakan Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto yang dihubungi sebelumnya – Kamis (10/9/2020) – secara bulanan dari Januari ke Agustus ada kenaikan penjualan, baik wholesales maupun ritel. Sepanjang bulan kedelapan itu wholesales sebanyak 37.000-an unit, atau naik cukup signifikan dibanding wholesales bulan Juli yang sebanyak 25.283 unit.

Sedangkan jumlah penjualan ritel di bulan kedelapan itu disebut juga sebanyak 37.000-an unit. Angka penjualan itu lebih tinggi dibanding angka penjualan ritel selama Juli yang sebanyak 35.799 unit.

Ilustrasi, Daihatsu Xenia – dok.Motoris

Meski begitu, Jongkie mengaku khawatir pemberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara penuh di DKI Jakarta seperti saat awal-awal masa pandemi Covid-19, bisa merontokkan lagi kinerja penjualan yang mulai naik sejak Juni lalu.

“PSBB memang berdampak ke penjualan baik wholesales maupun ritel. Kita harapkan penjualan secara online dilakukan oleh APM (Agen Pemegang Merek) dan diler, meski itu harus diakui masih berat,” kata mantan Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia ini. (Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This