Penjualan Ritel Truk di Agustus Kembali Kempis, Ini Penyebabnya

Penjualan Ritel Truk di Agustus Kembali Kempis, Ini Penyebabnya
Ilustrasi, proses perakitan UD Truck Quester di Indonesia - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Penjualan truk dari diler ke konsumen (ritel) sepanjang Agustus kemarin kempis tipis 0,9% dibanding bulan Juli, sehingga totalnya hanya 3.011 unit. Sedangkan total penjualan ritel kendaraan jenis ini dari Januari hingga Agustus hanya 29.364% atau ambrol 48% dibanding kurun waktu sama tahun 2019 yang masih sebanyak 56.904 unit.

Data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, sepanjang bulan Juli penjualan truk naik 12,4% dibanding bulan sebelumnya, sejalan dengan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang terjadi sejak Juni. Penjualan ritel di bulan ketujuh itu mencapai 3.039 unit.

Hanya saja – meski di bulan Agustus PSBB masih dalam status pelonggaran – tetapi karena permintaan truk kategori ringan merosot, maka total ritel di bulan itu kembali menciut. Data menunjukkan, penjualan ritel truk kategori ini hanya 2.344 unit, atau susut 4,5%.

Ilustrasi, Hino Dutro -dok.Motoris

“Kalau kita lihat data, kontribusi penjualan ritel truk ringan (yakni truk dengan Gross Vehicle Weight) 5 – 10 ton) terhadap total penjualan truk itu mencapai 77,8%. Sehingga, kalau kinerja penjualan truk ringan menurun dampaknya juga besar, artinya berpengaruh ke total penjualan truk secara keseluruhan,” ujar Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, saat dihubungi di Jakarta, akhir pekan lalu.

Hanya, Jongkie mengaku tidak tahu persis mengapa permintaan truk ringan di bulan kedelapan itu menyusuta. Padahal, lanjut dia, sektor penyerap truk ini – yaitu kegiatan distribusi barang-barang kebutuhan pokok dan logistik ini – hingga Agustus masih menggeliat.

Terlebih, penjualan ritel truk kategori lainnya masih tumbuh positif di bulan itu. Truk kategori sedang yakni berbobot 10 – 24 ton misalnya, pada bulan itu masih terjual ke konsume (ritel) sebanyak 119 unit atau naik 3,5% dibanding penjualan selama bulan Juli. Sedangkan truk kategori berat sebanyak 548 unit atau naik 16,6%.

Ilustrasi, truk Mitsubishi Fuso Fighter – dok.Istimewa

Karena merosotnya penjualan truk ringan itu, maka total penjualan ritel truk di bulan Agustus itu jika dibanding tahun 2019 lalu, masih ambrol 63%. Sebab, sepanjang Agustus 2019 itu penjualan ritel masih sebanyak 8.119 unit.

Begitu pun dengan penjualan ritel secara kumulatif selama delapan bulan pertama tahun ini, juga masih ambrol hingga 48% dibanding periode yang sama tahun 2019. Jika di Januari hingga Agustus 2019 penjualan ritel masih sebanyak 56.904 unit, tahun ini hanya 29.364 unit.

Sekadar informasi, penjualan truk dari pabrik ke diler (wholesales) di bulan Agustus tahun ini sebanyak 3.115 unit. Meski naik 33% dibanding wholesales sepanjang bulan sebelumnya, namun masih ambrol 64% dibanding bulan Agustus 2019 yang masih sebanyak 8.616 unit.

Ilustrasi, truk Mercedes-Benz Axor – dok.Motoris

Bahkan, secara akumulatif delapan bulan, wholesales tahun ini masih anjlok 57%. Karena, delapan bulan pertama tahun lalu, wholesales mencapai 58.258 unit. (Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This