Januari – Agustus, Produksi hingga Ekspor Mobil Masih Jeblok

Januari – Agustus, Produksi hingga Ekspor Mobil Masih Jeblok
Ilustrasi, proses produksi mobil di pabrik milik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia - dok.TMMIN

Jakarta, Motoris – Sepanjang Januari – Agustus kemarin, jumlah produksi mobil di Indonesia diketahui anjlok hingga 48,7% dibanding yang sama tahun lalu, yakni menjadi 427.607 unit. Jebloknya penjualan ritel di dalam negeri plus ambrolnya jumlah ekspor menjadi penyebabnya.

Seperti terungkap di data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan kendaraan bermotor roda empat atau lebih ke konsumen (ritel) di delapan bulan pertama tahun ini sebanyak 364.034 unit. Jumlah ini anjlok 46,4% dibanding penjualan ritel selama kurun waktu yang sama tahun lalu, yang sebanyak 679.263 unit.

Sedangkan total penjualan ke diler (wholesales) di rentang waktu yang sama sebanyak 323.507 unit. Artinya, masih ambrol 51,3% dibanding wholesales selama delapan bulan pertama tahun lalu yang mencapai 664.134 unit.

Ternyata tak hanya konsumsi di dalam negeri (baik oleh konsumen maupun distribusi ke diler) yang menyusut di periode tersebut, tetapi juga ekspor dalam wujud utuh. Data yang dirilis PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPC Car Terminal/IPCC) akhir pekan lalu menunjukkan, ekspor kendaraan bermotor secara utuh (CBU) melalui IPCC sebanyak 133.644 unit.

Iustrasi, kegiatan produksi mobil di pabrik Suzuki Indonesia – dok.PT SIS

Jumlah tersebut anjlok 32,97% dibanding ekspor sepanjang periode yang sama di tahun lalu, yang mencapai 199.400 unit. Dari total ekspor mobil CBU selama delapan bulan pertama tahun ini, 56,85%-nya merupakan merek Toyota.

Kemudian, 18,18% merek Suzuki, Mitsubishi 16,84%, Daihatsu 5,29%, dan merek Honda 2,45%. Sedangkan, merek-merek lannya masih di bawah 1%.

Jika dilihat dari volume atau jumlah, di rentang januari – Agustus tahun ini, jumlah ekspor mobil CBU Toyota via Terminal IPCC sebanyak 75.989 unit, Suzuki 24.294 unit, dan Mitsubishi 22.504 unit. Sementara mobil Daihatsu sebanyak 7.077 unit, Honda 3.279 unit, Chevrolet yang merupakan Wuling Almaz sebanyak 482 unit, dan lainnya.

Produksi mobil di pabrik milik PT ADM – dok.Istimewa via citraindonesia.com

“Dampak pandemi Covid-19, tidak hanya membawa dampak ke ekonomi dan sosial di dalam negeri. Pandemi ini juga dirasakan oleh negara-negara lain di dunia, termasuk negara-negara tujuan ekspor kita. Sehingga secara kumulatif sampai Agustus, produksi dan penjualan kita (ritel) masih turun, mudah-mudahan segera pulih termasuk ekspor kita,” kata Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto saat dihubungi di Jakarta, akhir pekan lalu. (Ril/Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This