Dinilai Manipulasi Data Penjualan Ritel, BMW Didenda Rp 270 Miliar

Dinilai Manipulasi Data Penjualan Ritel, BMW Didenda Rp 270 Miliar
Ilustrasi, logo BMW - dok. The New York Times

Washington DC, Motoris – United States Securities and Exchange Commission (SEC) atau Komisi Sekuritas dan Bursa Saham Amerika Serikat menghukum Bayerische Motoren Werke (BMW) dengan denda senilai US$ 18 juta atau sekitar Rp 270 miliar (kurs US$ 1 = Rp 14.953,7). Sebab, pabrikan asal Jerman itu dinilai telah melakukan kebohongan atau manipulasi tentang data penjualan mobil ke konsumen (ritel).

Seperti dilaporkan Reuters dan Market Watch, Jumat (25/9.2020), laporan penjualan ritel yang diberikan BMW kepada US SEC lebih banyak dari kenyataan yang ada. Hal itu dilakukan sejak tahun 2015 hingga 2019 dengan tujuan untuk memberi gambaran kinerja pabrikan kepada investor.

“Kepada publik disampaikan bahwa perusahaan mampu mempertahankan posisi penjualan ritel terbanyak dibandingkan dengan perusahaan otomotif premium lainnya,” bunyi pernyataan SEC.

Ilustrasi, proses produksi mobil BMW di sebuah pabrik milik BMW di Amerika Serikat – dok.Carscoops

Direktur Divisi Penegakan Regulasi SEC Stephanie Avakian mengatakan produsen mobil asal Munich, Jerman, itu berhasil meraup dana US$ 18 miliar atau sekitar Rp 269 triliun dari investor obligasi di rentang tahun 2015 – 2019. Dana terus mengalir karena para investor percaya atas kinerja penjualan rill yakni penjualan kepada konsumen yang disampaikan perusahaan.

Stephanie menyebut BMW telah memanipulasi angka penjualan dari yang sebenarnya, dengan meminta diler untuk mendaftarkan mobil yang digunakan untuk peminjaman maupun yang digunakan sebagau unit contoh sebagai bagian dari penjualan unit secara ritel. Praktik ini di Amerika Serikat (AS) disebut dengan sales punching.

“Kemudian BMW menghitungnya sebagai kendaraan yang dijual kepada pelanggan padahal sebenarnya belum.Melalui praktik seperti itu yang berulang-ulang, BMW menyesatkan investor tentang kinerja penjualan ritel AS dan permintaan pelanggan terhadap kendaraan BMW di pasar AS, dengan tujuan meningkatkan modalnya di AS,” papar Stephanie.

Ilustrasi, BMW 228i xDrive Gran Coupe – dok.Istimewa via United BMW

Sementara itu, BMW wilayah Amerika Utara telah menanggapi dakwaan tersebut, namun tidak mengakui atau menyangkal tuduhan tersebut. “BMW Group sangat mementingkan kebenaran angka penjualannya dan akan terus fokus pada pelaporan penjualan yang menyeluruh dan konsisten,” kata Juru Bicara BMW dalam pernyataan yang dikirim melalui email. (Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This