Gempur ASEAN, April 2021 Royal Enfield Operasikan Pabrik di Thailand

Gempur ASEAN, April 2021 Royal Enfield Operasikan Pabrik di Thailand
Ilustrasi, motor Royal Enfield - dok.Istimewa via Motorcycle Data

Bangkok, Motoris – Penjualan produk Royal Enfield di sejumlah wilayah – terutama di kawasan regional ASEAN dan Amerika Latin – membukukan kinerja yang meningkat. Kini, untuk mengintensifkan penggarapan pasar kedua wilayah, pabrikan asal Inggris – yang kini dibawah bendera perusahaan India itu – membangun dan mengoperasikan pabrik.

Seperti dilaporkan laman Swarajyamag dan Nikkei Asian Review, Jumat (25/9/2020) setelah beberapa waktu lalu mengoperasikan pabriknya di Argentina, kini Royal Enfield menyiapkan operasi pabrik di Thailand. “Rencananya, April 2021 pabrik sudah dioperasikan,” ujar seorang sumber di Royal Enfield Thailand.

Pabrik di Negeri Gajah Putih ini, kata sang sumber, akan menjadi hub atau basis ekspor motr Royal Enfield ke sjumlah negara di ASEAN, termasuk pasar sepeda motor aling dinamis di kawasan, yaitu Indonesia dan Vietnam.

Ilustrasi, Royal Enfield Interceptor 650 Twin, salah satu motor yang diimpor dari India oleh Indonesia – dok.Motoris

Thailand – yang merupakan pusat produksi mobil terbesar di ASEAN – juga menjadi tempat produksi sejumlah pabrikan sepeda motor, antara lain Honda, Yamaha, dan Harley-Davidson. Karena itulah, Royal Enfield juga berketetapan membangun pabriknya di negara ini.

Pabrik yang berlokasi di provinsi Chachoengsao Thailand itu bakal menggunakan suku cadang lokal hingga 40%. Sedangkan 60% lainnya masih diimpor dari India.

Royal Enfield Interceptor 650 andalan baru Royal Enfield Indonesia – dok.Motoris

Data internal pabrikan menunjukkan selama tahun 2019 lalu, penjualan Royal Enfield naik dua kali lipat. Dan kini, pabrikan mematok target jumlah diler sudah mencapai 36 diler di seantero negeri pada Maret 2021 nanti.

“Royal Enfield juga akan terus menambah showroom di Vietnam, Filipina, Malaysia dan Indonesia di tahun-tahun mendatang,” ujar sang sumber.

Sebelumnya, seperti dilaporkan The Bangkok Post belum lama ini, Managing Director Eichers Motors (Royal Enfield), Siddhartha Lal, menyebut kendati di tengah kondisi pasar yang terdampak pandemic Covid-19, namun Royal Enfield terus memperluas jaringan diler di Thailand. Menurutnya Royal Enfield memulai kiprahnya di negara itu – pada tahun 2016 lalu – hanya dengan satu gerai.

Ilustrasi, diler Royal Enfield – dok.Ultimate Motorcycling

“Saat ini (dalam waktu tiga tahun) perseroan telah memiliki 26 gerai dan berencana melakukan ekspansi menjadi 36 gerai pada Maret 2021,” ungkap dia.

Masih tumbuh di ASEAN dan Amerika Latin
Sementara, penjualan Royal Enfield selama Januari hingga Agustus tahun ini – seperti dilaporkan Motorcycle Data, Kamis (23/9/2020) – di pasar global ambles 30,6% dibanding periode sama tahun 2019. Sehingga total penjualan di delapan bulan itu hanya 330.000 unit.

Ambrolnya penjualan terbesar justeru terjadi di kampung halamannya sendiri India, yakni 32,2%. Padahal, India merupakan pasar terbesar yakni hingga 99%. Walhasil, ketika penjualan di negeri ini ambrol, maka akan terasa besar dampaknya ke total penjualan.

Royal Enfield yang dipamerkan di ajang IIMS 2018 – dok.Motoris

Sedangkan di luar India, penjualan Royal Enfield moncer di Eropa yang naik 3,9%, dan di ASEAN naik 14,1%. Kemudian di wilayah Amerika Latin tumbuh 22,1% dan di wilayah Amerika Utara naik 21,5%. (Ril/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This