Pedagang Mobkas Berharap Cuti Akhir Tahun Bikin Penjualan Ngegas

Pedagang Mobkas Berharap Cuti Akhir Tahun Bikin Penjualan Ngegas
Ilustrasi, deretan mobil bekas - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Penggeseran cuti hari raya Idul Fitri ke akhir tahun yang menjadikan cuti di pengujung tahun menjadi empat hari, yakni 28 – 31 Desember telah disambut sebagian masyarakat untuk berlibur atau pulang kampung. Momen yang akan datang itu diharapkan memberikan sentimen positif kepada pasar mobil bekas (Mobkas).

Terlebih, ungkap Senior Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Jakarta, Herjanto Kosasih, saat ini banyak masyarakat yang sudah ingin pulang kampung, setelah pada lebaran lalu, ada larangan mudik demi mencegah penularan wabah virus corona (Covid-19).

“Sekarang ini, masuk Agustus ke September, sudah mulai kembali seperti sebelum kita dinyatakan dalam masa tanggap darurat wabah corona (sebelum Maret). Kalau kita lihat tren penjualannya, ya sudah hampir 90% mendekati kondisi normal sebelum wabah,” ujar Herjanto saat dihubungi di Jakarta, Senin (28/9/2020) sore.

Pergerakan permintaan mobkas, kata Herjanto, mulai terlihat pada Juli yang sudah 30% dari kondisi normal. Kemudian Agustus 405 – 50%.

Ilustrasi, mobil bekas di Bursa Otomotif Mangga Dua Square Jakarta – dok.Motoris

“Dan sekarang sudah mebdekati 90%, karena barang (mobil yang dijual) juga banyak. Tidak sedikit orang yang menjual mobilnya saat kita dinyatakan kena wabah. Jadi, bagi sebagian orang kondisi ini dianggap saatnya beli mobil (bekas) karena barangnya bagus-bagus, harga juga tidak naik,” kata Herjanto.

Terlebih, saat ini ada kebutuhan persiapan untuk liburan panjang akhir tahun, dimana sebagian besa masyarakat tidak ingin menggunakan angkutan umum saat berlibur nanti. “Kedua, ya harus kita akui, daya beli masyarakat banyak yang tertekan akibat Covid-19 ini. Jadi, pilihan ke mobil bekas sekarang meningkat,” ucap pria yang akrab disapa Heri itu.

Sebelum Covid-19, rata-rata penjualan mobkas di WTC Mangga Dua disebut mencapai 2.000 – 3.000 unit. Meski di bulan Maret, April, Mei, menurun. “Kita berharap mudah-mudahan di Oktober sampai Desember awal penjualan kembali ngegas-lah,” ucap Heri. (Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This