Ditawar Murah, Rencana Akuisisi Iveco oleh FAW Bisa Bubrah

Ditawar Murah, Rencana Akuisisi Iveco oleh FAW Bisa Bubrah
Ilustrasi, tractor head buatan Iveco - dok.Istimewa via PNGEgg

Frankfurt, Motoris – Proses pembicaraan rencana akuisi yang ditawarkan pabrikan otomotif asal Changchun, Cina – FAW Group Corporation – kepada pabrikan truk asal Turin, Italia, Iveco yang dimulai awal tahun lalu, saat ini mandek alias berhenti. Padahal, FAW sangat ingin mencaplok saham pabrikan truk yang dimiliki oleh keluarga Agnelli itu.

Seperti dilaporkan Reuters dan situs resmi bursa saham Nasdaq, Rabu (30/9/2020), pada Juli lalu, FAW – yang merupakan perusahaan milik negara Republik Rakyat Cina itu – mengajukan penawaran dengan nilai 3 miliar euro atau sekitar Rp 52,33 triliun ( kurs 1 euro = Rp 17.446). Namun, menurut dua orang sumber yang mengetahui ptoses akuisisi itu, tawaran itu ditolak oleh induk perusahaan Iveco, yakni CNH Industrial.

“Sebab, nilai itu dinilai terlalu murah dan tidak sesuai dengan nilai aset dan potensi binis Iveco,” kata sang sumber.

Sementara, FAW sendiri saat ini terkesan enggan untuk membuat kesepakatan internasional. Pabrikan yang didirikan pada 15 Juli 1953 itu itu tak ingin dicap sebagai perusahaan yang hanya mengambil keuntungan dari perusahaan-perusahaan bermasalah di tengah pandemic Covid-19 yang terus masih meluas.

Ilustrasi, truk FAW yang dijajakan di pasar Indonesia – dok.Motoris

“Terlebih, pemerintah beberapa negara di Eropa kini tengah berusaha agar industri-industri penting di negaranya tidak jatuh ke tangan asing yang tak diinginkan, gegara virus corona yang berdampak kepada perusahaan di berbagai sektor,” ujar sang sumber.

Pada tahun lalu, CNH Industrial mengatakan akan membagi perusahaan menjadi dua (spin-off) dan mendaftarkan bisnis truk dan bus Iveco dengan margin lebih rendah, bersama dengan divisi mesin FPT. Langkah itu dimaksudkan agar nilai aset grup meningkat dan merampingkan bisnisnya. Tetapi rencanan itu telah ditunda.

Namun, baik FAW Group maupun CNH Industrial menolak berkomentar terkait informasi tentang proses akuisisi yang kini tengah berhenti itu. Di Cina, saat ini Iveco telah menjalin kerjasama dengan pabrikan besar lainnya di negeri itu, yakni SAIC Motor.

Ilustrasi, salah satu varian truk buatan Iveco – dok.PNGEgg

Seperti dilaporkan laman China Trucks belum lama ini, Iveco pada awal tahun 2006 lalu menyatakan telah mencapai kesepakatan usaha patungan dengan SAIC untuk mendirikan SAIC Iveco Commercial Vehicle Investment Co., Ltd. (SAIC Iveco). Di tahun itu juga disetujui oleh Departemen Perdagangan Republik Rakyat Cina.

Pada 18 September 2006, perusahaan itu menggandeng Chongqing Heavy Vehicle Group (pabrikan truk berat yang didirikan pada tahun 1984 di distrik Shuangqiao,Cina). Porsi kepemilikan saham masing-masing, 67% digenggam SAIC Iveco dan 33% oleh Chongqing Heavy Vehicle Group.

Kongsi itu memproduksi truk berat dengan nama SAIC Iveco Hongyan. Bahkan, truk berat produksi mereka telah dikirim ke Indonesia pada 18 Juni lalu.

Ilustrasi, salah satu varian truk buatan SAIC Hongyan Genlyon – dok.Hongyantruck

“Merek ini semakin populer di pasar luar negeri seiring dengan kebijakan Belt & Road Initiative yang digagas oleh Pemerintah Cina. SAIC Hongyan berkompetisi di segmen pasar heavy duty di Indonesia, yang kini dikuasai oleh beberapa merek asal Eropa,” tulis China Trucks. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This