Maxindo Renault Agresif Bangun Diler, Begini Penjualannya Selama Ini

Maxindo Renault Agresif Bangun Diler, Begini Penjualannya Selama Ini
Diler Renault milik MRI di Bintaro, Tangerang Selatan - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – PT Maxindo Renault Indonesia (MRI) mengaku menerapkan strategi agresif dalam pengembangan jaringan diler sebagai ujung tombak penjualan di Indonesia. Tahun 2021 nanti, total jumlah diler ditragetkan telah mencapai 42 outlet.

Pernyataan tersebut diungkap Chief Operating Officer (COO) MRI, Davy J Tuilan, dalam konferensi pers virtual yang digelar di Jakarta, Kamis (1/10/2020). “Salah satu strategi yang kami terapkan di Indonesia adalah agressive network,. Ini yang akan kami capai dalam waktu tiga tahun ke ke depan. Pada awal tahun ini, kami menargetkan membuka 20 otulet, sekarang kami sudah sampai 19 outlet. Dan depannya saya rasa target 20 outlet itu akan tercapai,” papar dia.

Bahkan Davy mengaku saat ini pihaknya telah mendapatkan pengajuan kerjasama dua investor untuk menjadi diler Renault di Tanah Air. Saat ini 19 diler Renault di pulau Jawa telah tersebar di wilayah Jakarta, Serpong, Bintaro, Cibubur, Depok, Bandung, Cikarang, Surabaya, Yogyakarta, serta Semarang. Sedangkan di luar pulau Jawa berada di Makassar dan Medan.

Ilustrasi, diler Renault di Serpong, Tangerang Selatan – dok.Motoris

Menyoal target di tahun 2021, Davy menyebut pihaknya mematok jumlah diler sudah mencapai 42 outlet. Hanya, kata dia, MRI juga melihat tantangan berat yang dihadapi yakni pandemic Covid-19 yang masih menyerauk di Indonesia.
“Tetapi, mudah-mudahan bisnis dan ekonomi indonesia sudah segera pulih, demikian pula si sektor bisnis otomotif,” kata dia.

Perkembangan varian produk
Sementara menyinggung perkembangan produk, mantan eksekutif di PT Suzuki Indomobil Sales itu mengakui ada kendala terkait impor produk Renault dari India, yakni Rebault Triber. Sebab, pada Maret dan April, pemerintah Negeri Sari itu menerapkan kebijakan penutupan wilayah (lockdown), terlebih wilayah Chenai, dimana pabrik Renaut berada termasuk kategori zona merah.

“Kebijakan lockdown itu telah berdampak pada progress peluncuran beberapa mobil baru yang kami datangkan dari India,” ucap dia.

Kendati begitu, lanjut Davy, India yang terus berjuang keras menghadai Covid-19 telah mencapai perkembangan yang membaik. Sehingga, impor ke depan bisa terkendali dan tergolong aman.

Ilustrasi, Renault Triber – saat diperkenalkan di Indonesia – dok.Motoris

Sekadar catatan data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, penjualan mobil Renault yang dipasarkan oleh PT Maxindo Renault Indonesia (PT MRI) ke konsumen (ritel) selama Januari – Juni lalu tercatat hanya 87 unit. Penjualan itu dibukukan pada Januari sebanyak 15 unit, Februari 14 unit, Maret 17 unit, April 2 unit, Mei 24 unit, dan Juni 15 unit.

Meski, jumlah itu lebih banyak 25 unit dibanding penjualan ritel selama periode sama tahun 2019. Data Gaikindo mencatat, di enam bulan pertama 2019, penjualan Renault oleh mRI hanya 62 unit. (Nfi/Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This