Geliat Pasar Cina dan Model Baru, Dongkrak Pemulihan Penjualan Toyota

Geliat Pasar Cina dan Model Baru, Dongkrak Pemulihan Penjualan Toyota
Toyota RAV4 versi terbaru - dok.Carscoops

Tokyo, Motoris – Dampak wabah virus corona (Covid-19) telah membuat berbagai sektor industri remuk redam, termasuk industri otomotif. Namun, Toyota Motor mengaku telah pulih lebih cepat dengan pendapatan telah mencapai 90% dari nilai pendpatan yang dibukukannya pada tahun 2019 lalu.

Bahkan, di beberapa pasar utama penjualan Toyota (termasuk kendaraan merek satu grup dengannya) naik. Seperti dilaporkan laman Autoindustriya, Selasa (6/10/2020), penjualan Toyota di Cina masih naik hingga 27,2%, berkat hadirnya versi baru Toyota Levine (sedan Corolla bertampilan sport), dan lexus ES.

Dalam satu bulan penjualannya mencapai 164.354 unit. Bahkan produksinya di kurun waktu yang sama naik 15%, menjadi 119.711 unit di negara dengan jumlah penduduk terpadat di dunia itu.

Sementara di Jepang – yang merupakan kampung halaman Toyata – penjualan Toyota masih turun 10,6% dengan total penjualan per bulan 104.535 unit. Toyota Harrier, Yaris, dan Raize versi baru menjadi model penyumbang penjualan terbanyak sehingga keterpurukan penjualan tak dalam.

Ilustrasi, tipe tertinggi Toyota Fortuner terbaru yang dinamai Legender- dok.Toyota

Jika ditotal dari Januari hingga Agustus penjualan Toyota ( termasuk merek Lexus, Daihatsu, dan Hino) telah mencapai 5.766.821 unit. Di pasar Asia Tenggara, mobil baru seperti Fortuner yang diluncurkan di Thailand 4 Juni lalu, juga turut mendongkrak penjualan.

Sedangkan di Amerika Serikat, Toyota RAV4 masih memberi kontribusi positif penjualan Toyota. Begitu pula dengan Yarus versi anyar, juga diklaim mampu mengungkit penjualan. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This