Akan Fokus ke Penjualan Limusin dan Sport, Anggaran Mercedes Dipangkas 20%

Akan Fokus ke Penjualan Limusin dan Sport, Anggaran Mercedes Dipangkas 20%
Ilustrasi, emblem Mercedes-Benz - dok.Istimewa via Jooinn

Stuttgart, Motoris – Induk perusahaan Mercdes-Benz, Daimler AG – akan memangkas biaya tetap, belanja modal, serta biaya penelirian dan pengembangan di Mercedes-Benz hingga 20% lebih pada tahun 2025 nanti. Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari perombakan strategi untuk mereposisi Mercedes-Benz ke segmen pasar yang lebih tinggi.

Seperti dilaporkan Reuters, Rabu (7/10/2020), Chief Financial Officer Daimler, Harald Wilhem, perusahaan sangat berambisi mencapai laba dua digit atas margin penjualan dengan fokus pada segmen Premium. Pabrikan, kata dia, akan fokus kepada merek Maybach, serta AMG dan G-Wagon karena tingkat keuntungan dari penjualan model-model segmen atas itu jauh lebih besar.

“Kami akan mengejar keuntungan dari portofolio model (di segmen) yang lebih tinggi, kami akan mengarahkan margin portofolio yang ada dan memindahkan modal ke produk mewah dan produk kelas atas,” papar dia.

Pernyataan senada ditegaslan Chief Executive Mercedes-Benz Ola Kaellenius kepada kepada investor dalam presentasi strategi pabrikan yang dilakukan secara virtual. Dia mengatakan bahwa kendaraan kompak seperti Mercedes-Benz A dan B-Class memang telah membantu meningkatkan penjualan pabrikan.

Ilustrasi, SUV Mercedes-Benz Maybach, model SUV termewah Mercedes-Benz-dok.CarBuzz

Namun, lanjut dia, segmen tersebut bukan menjadi tujuan Daimler dalam memprioritaskan sumber daya untuk masa depan. “Ini bukan tujuan utama, kita tidak boleh menjadi pesaing pembuat volume. Segmen premium mewah biasanya tumbuh di atas rata-rata,” ujar Ola.

Daimler telah memangkas anggaran setelah dampak wabah virus corona membuat penjualannya menurun. Daimler diketahui menderita kerugian operasional selama kuartal pertama dan kedua tahun ini.

Dalam rangka memangkas kerugian lebih besar, Mercedes-Benz menghentikan produksi sedan di Amerika Serikat dan lebih fokus ke SUV yang masih menguntungkan. Daimler juga menggabungkan pengembangan teknologi sel bahan bakar dengan Volvo Trucks, dan menghentikan aliansi pengembangan teknlogi mobil otomatis dengan BMW. (Ril/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This