Pajak 0% Belum Pasti, Penjualan Mobil di September Tetap Naik

Pajak 0% Belum Pasti, Penjualan Mobil di September Tetap Naik
Ilustrasi, Toyota All New Rush - dok.TAM

Jakarta, Motoris – Penjualan mobil sepanjang September baik ke diler (wholesales) maupun ke konsumen sepanjang bulan September kemarin naik. Data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, di bulan kesembilan itu wholesales sebanyak 48.554 unit, dan penjualan ritel 43.362 unit.

Sementara, di bulan sebelumnya atau Agustus, wholesales yang dibukukan seluruh merek kendaraan bermotor roda empat atau lebih di Tanah Air sebanyak 37.291 unit. Sedangkan penjualan ritel di bulan yang sama sebanyak 37.655 unit.

Jika dibandingkan, ternyata performa penjualan ritel di bulan September yang lebih rendah dari wholesales – dan berkebalikan dengan bulan Agustus yang lebih banyak dibanding wholesales – ditengarai karena banyak calon pembeli yang menunggu kepastian wacana pajak mobil 0%. Meski begitu belum ada kepastian, nyatanya tak mengurangi minat beli masyarakat.

Ilustrasi, Suzuki XL7 – dok.PT SIS

“Karena di bulan itu kan santer terdengar informasi soal relaksasi pajak (khususnya Pajak Penjualan Barang Mewah atau PPnBM, dan Bea Balik Nama atau BBN yang menjadi) 0%, karena kalau pajaknya direlaksasi harga juga akan lebih murah kan. Tetapi, walaupun banyak yang menunggu kepastian relaksasi pajak itu, ternyata secara umum penjualan masih naik,” ujar Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto saat dihubungi di Jakarta, Selasa (13/8/2020).

Menurut Jongkie, relaksasi pajak yang diajukan oleh Kementerian Perindustrian bukan semata-mata hanya untuk mendorong penjualan, tetapi juga memantik gairah industri. Terutama, lanjut dia, untuk memanfaatkan kapasitas produksi terpasang.

Ilustrasi, Honda Brio RS dalam balutan modifikasi ringan- dok.Motoris

Sebab, sebut Jongkie, kapasitas terpasang industri otomotif (roda empat atau lebih) di Tanah Air baru terpakai 50% – 55%. “Kapasitas terpasang kita 2,4 juta unit per tahun, tetapi kapasitas yang terpakai baru 1,2 juta unit – 1,3 juta unit. Apalagi, selama pandemi Covid-19, produksi kita menurun,” ucapnya. (Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This