Penjualan BMW di RI, Tertopang Anak Muda yang Ketiban Rezeki Saat Pandemi

Penjualan BMW di RI, Tertopang Anak Muda yang Ketiban Rezeki Saat Pandemi
Ilustrasi, BMW X5 versi terbaru - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – BMW Group Indonesia menyatakan penjualannya di sepanjang Januari hingga September kemarin mengalami penurunan hingga 23% dibanding periode sama tahun 2019, karena dampak virus corona (Covid-19) yang diikuti kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Meski begitu, penurunan penjualan ini disebut masih lebih kecil dibanding penurunan yang dialami pasar mobil secara nasional, yang sebesar 40%-an.

“Penjualan kami year to date September 2020 turun 23% dibanding periode yang sama tahun lalu. Tetapi kami bersyukur karena penurunan yang kami alami ini masih lebih bagus dibanding (penurunan yang terjadi di) market (pasar atau industri secara keseluruhan) yang turun sekitar 40%-an,” ujar Vice President of Sales, BMW Group Indonesia Bayu Riyanto saat konferensi pers virtual penyelenggaraan BMW On Tour di Jakarta, Jumat (16/10/2020).

Terlebih, kata Bayu, di tengah kondisi penurunan itu masih ada pertumbuhan permintaan untuk modek-model terbaru. Permintaan tersebut terjadi dari kelompk konsumen usia muda.

Ilustrasi, BMW X3 M Competition dan BMW X4 M Competition yang ditawarkan kepada penggemar mobil BMW di Surabaya, Jawa Timur – dok.Istimewa

“Karena kita bermain di segmen usia muda. Dan kalau kita lihat, pengguna BMW usia muda itu growing (tumbuh), dan ini yang menopang masih tumbuhnya permintaan, karena banyak segmen-segmen bisnis yang growing di saat kondisi pandemi (dan itu dinikmati oleh anak-anak muda yang bekerja di sektor tersebut),” papar dia.

Salah satu sektor atau segmen bisnis yang tumbuh itu adalah bisnis asuransi. Karena di saat pandemi banyak anggota masyarakat yang membeli polis asuransi sebagai sarana untuk perlindungan terhadap potensi risiko yang terjadi di saat pandemi.

Anak-anak muda yang menjadi agen perusahaan asuransi pun mendapatkan berkah, ketiban rezeki di saat pandemi. Penjualan yang mereka bukukan meningkat atau melebihi target.

“Agen-agen asuransi inilah yang mengambil (membeli) kendaraan baru BMW karena dirasamemiliki DNA Sporty yang cocok dengan mereka. Dan di sektor-sektor bisnis lain yang mengalami pertubuhan di masa pandei. Mereka adalah anak-anak muda, usia produktif. Karena memang customer BMW kebanyakan (kelompk usia) young and fresh,” terang Bayu.

Kegiatan Business Consultant BMW menjelaskan model terbaru BMW kepada pelanggan secara vitual – dok.Istimewa

Pernyataan senada diungkap Director of Communications BMW Group Indonesia, Jodie O’tania di kesempatan yang sama.

Kini, untuk memacu penjualan menjelang tutup tahun 2020, BMW Group Indonesia menggelar program BMW on Tour. Hajatan itu dilangsungkan 17 Oktober hingga 29 November 2020 di seluruh jaringan diler BMW.

Selain pengenalan model baru dan pemberian kesempatan tes drive, di gelaran itu juga ditawarkan program tukar tambah semua model BMW, hingga kemudahan pembelian mulai dari uang muka rendah, cicilan ringan, serta perpanjangan garansi dari 3 tahun menjadi 4 tahun.(Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This