Meski di September Naik, Ekspor Mobil RI Sembilan Bulan Masih Jeblok

Meski di September Naik, Ekspor Mobil RI Sembilan Bulan Masih Jeblok
Ilustrasi, Honda Brio yang diekspor oleh PT Honda Prospect Motor - dok.HPM

Jakarta, Motoris – Ekspor mobil dalam wujuh utuh (CBU) dari Indonesia ke sejumlah negara selama periode Januari hingga September tahun ini masih ambrol 35,4% dibanding ekspor yang dibukukan selama rentang waktu yang sama tahun lalu. Meski di bulan September ekspor tersebut membukukan kenaikan dibanding bulan sebelumnya.

Data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, selama sembilan bulan pertama tahun ini total ekspor mobil CBU hanya sebanyak 155.258 unit. Padahal di kurun waktu yang sama tahun lalu masih sebanyak 240.446 unit.

Sementara, di bulan September saja – masih menurut data Gaikindo – jumlah mobil CBU yang berhasil dikirim ke luar negeri sebanyak 20.923 unit. Jumlah itu naik 47,41% dibanding jumlah ekspor mobil CBU yang dibukukan selama bulan Agustus, yang sebanyak 14.194 unit.

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) yang merupakan pengelola Indonesia Kendaraan Terminal dalam keterangan tertulis yang dirilis di Jakarta, Selasa (20/10/2020) menyatakan dari total ekspor mobil CBU sepanjang Januari – September kemarin yang dikirim melalui IPCC sebanyak 154.506 unit. Jumlah pengiriman via IPCC tersebut ambles 33,85% dibanding jumlah yang dikirim melalui terminal ini pada tahun sembilan pertama 2019, yang masih sebanyak 233.574 unit.

Ilustrasi, Toyota Innova yang diekspor TMMIN atau Toyota Indonesia -dok.TMMIN

“Meski secara akumulasi di tahun ini hingga September 2020, jumlah kendaraan CBU ekspor yang melewati IPCC masih lebih rendah jika dibandingkan tahun sebelumnya, namun patut diapresiasi adanya peningkatan per bulannya di tahun ini,” papar Investor Relation IPCC, Reza Priyambada.

Dia menyebut jumlah ekspor mobil CBU yang dibukukan pada bulan September. Mobil Kendaraan CBU yang dikirim ke lura negeri melalui terminalnya di bulan tersebut mencapai 20.842 unit, Jumlah itu melonjak 50,55% dibanding ekspor kendaraan CBU via IPCC sepanjang bulan Agustus, yang sebanyak 13.844 unit.

Dampak Covid-19
Gaikindo mencatat ekspor kendaraan CBU sepanjang September. Totalnya – baik yang dikirim via terminal IPCC maupun tempat lainnya – sebanyak 20.923 unit. Jumlah ini naik 47,41% dibanding total pengiriman di bulan Agustus, yang sebanyak 14.194 unit.

“Secara kumulatif (Januari – September) ekspor memang masih anjlok karena dampak dari Covid-19 ya. Sebab, banyak negara-negara yang sejak Maret yang lockdown. Kegiatan di pelabuhan juga terbatas, masyarakatnya juga tidak banyak aktifitas. Setelah Juli baru ada pelonggaran, nah ini tentu juga berpengaruh ke kegiatan ekspor,” ujar Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto saat dihubungi di Jakarta, Selasa (20/10/2020).

Daihatsu Gran Max model terbaru dari Indonesia yang dijual di Jepang – dok.Paultan

Dia berharap, produsen mobil di dalam negeri juga terus berkoordinasi dengan prinsipal masing-masing untuk menggenjot ekspor. Selain itu, pemerintah juga mendorong realisasi stimulus bagi sektor industri khususnya sektor otomotif, sehingga produk mereka juga meningkat, termasuk yang dialokasikan untuk ekspor.

Sekadar informasi, ekspor kendaraan bermotor roda empat atau lebih dalam wujud utuh (CBU) terbanyak selama bulan September dibukukan oleh Daihatsu (termasuk di dalamnya mobil dengan merek Toyota) yang sebanyak 9.317 unit. Kemudian Suzuki 3.800 unit, Mitsubishi Motors 3.599 unit, Toyota 3.247 unit, Honda 840 unit, dan Hino 40 unit. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This