Hyundai Motor Nombok US$ 2,94 Miliar, Gegara Recall Mobil

Hyundai Motor Nombok US$ 2,94 Miliar, Gegara Recall Mobil
Ilustrasi, Hyundai - dok.CTV News

Seoul, Motoris – Menyusul langkah penarikan (recall) mobil akibat mesin yang bermasalah di beberpa tahun lalu, Hyundai Motor Group (terdiri dari Hyundai Motor Company dan Kia Motors Corporation) harus merogoh dana perbaikan senilai US$ 3,36 triliun won atau sekitar US$ 2,94 miliar. Pendapatan grup pabrikan itu pun diprediksi tergerus hingga dalam.

Seperti dilaporkan Reuters dan Nikkei Asian Review, Senin (19/10/2020) Hyundai Motor Group menyatakan, pendapatannya pada kuartal ketiga tahun ini (Juli – September kemarin) tergerus 3,36 triliun won. Angka itu terdiri dari pengeluaran yang digelontorkan Hyundai sebesar 2,1 triliun won, dan dari Kia senilai 1,26 triliun won.

Angka itu disebut lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya. “Anggaran ini digunakan untuk penarikan (recall) mobil-mobil Hyundai dan Kia yang menggunakan mesin GDI Theta II menyusul sejumlah keluhan yang dilayangkan konsumen pemilik mobil,” bunyi pernyataan Hyundai.

Ilustrasi, perakitan mobil Kia -dok.Peoples Army Newspaper

Hyundai Group (yakni Hyundai dan Kia) – yang merupakan produsen mobil terbesar kelima di dunia – pada tahun 2015 dan 2017 lalu telah menarik 1,7 juta unit mobil. Recall mobil itu merupakan salah satu penarikan terbesar mereka di Amerika Serikat karena kerusakan mesin yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.

Pada tahun 2017 lalu, Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) mulai melakukan penyelidikan untuk memasyikan apakah penarikan mobil (Hyundai dan Kia) itu telah dilakukan sesuai jadwal atau tepat waktu. Itu menyusul kekhawatiran yang dilaporkan oleh bekas pejabat di Hyundai yang sebelumnya bertanggung jawab atas kualitas produk, ke NHTSA.

“Hyundai telah berulang kali mengatakan tidak melihat adanya tambahan biaya lagi terkait dengan (penarikan mobil terkait) masalah mesin Theta II, dan penarikan mobil terbaru akan memberikan pukulan fatal bagi kredibilitas Hyundai. Saya khawator tentang itu,” papar analis di Dongbu Securities, Sean Kim.

Ilustrasi, Hyundai i10 yang dipasarkan di Indonesia – dok.Motoris

Dia memperkirakan Hyundai dan Kia bakal menelan kerugian di kuartal ketiga tahun ini atau di rentang Juli hingga September. Senin (19/10/2020) harga saham turun 2,3% dan Kia Motors turun 1% saat penutupan perdagangan pada hari itu. (Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This