Orang Kaya RI Tak Kebal Krisis, Penjualan Lexus dan BMW Melorot Segini

Orang Kaya RI Tak Kebal Krisis, Penjualan Lexus dan BMW Melorot Segini
Lexus RX 2020 juga dipasarkan di Indonesia - dok.Edmunds

Jakarta, Motoris – Krisis di sektor kesehatan akibat wabah virus corona yang berdampak terhadap kinerja ekonomi global maupun nasional, ternyata juga berimbas ke penjualan mobil segmen kelas atas alias mewah. Di Indonesia – di Januari hingga September tahun ini – dua merek mewah yakni Lexus dan BMW membukukan merosotnya penjualan dibanding tahun lalu.

Data yang dikompilasi Gabungan Industri Kendaraan Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, di sepanjang sembilan pertama tahun ini penjualan ritel Lexus di Tanah Air hanya 699 unit., atau merosot 298 unit. Sebab, di tahun lalu – sepanjang Januari hingga September – penjualan ritel merek mewah Toyota itu masih sebanyak 997 unit.

Tahun ini penjualan total penjualan ritel itu dibukukan pada Januari sebanyak 29 unit, Februari 106 unit, Maret 137 unit, dan April 42 unit. Kemudian pada Mei sebanyak 37 unit, Juni 73 unit, Juli 94 unit, Agustus 93 unit, dan September sebanyak 89 unit.

Lexus ES 250 versi terbaru meluncur di GIIAS 2019 – dok.Istimewa

Fakta juga berbicara, sepanjang tahun 2019 lalu – satu tahun penuh dari januari hingga Desember – total penjualan Lexus sebanyak 1.354 unit. Jumlah penjualan ritel ini naik 2,03% dibanding penjualan sepanjang tahun 2018 yang sebanyak 1.327 unit.

Penurunan penjualan ritel di sembilan bulan pertama tahun ini juga dialami mobil mewah asal Jerman, BMW. Seperti dikatakan Vice President of Sales BMW Group Indonesia, Bayu Riyanto, selama kurun waktu itu penjualan mobil BW di Tanah Air melorot hingga 23% sebagai dampak Covid-19.

“Penjualan year to date September, BMW mengalami penurunan hingga 23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jadi, tidak ada kenaikan. Selama kuartal kedua, yaitu April sampai Juni, saat diterapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) penjualan tidak maksimal,” ungkap Bayu tanpa menyebut jumlah penjualan, saat di konferensi perssecara vitual yang digelar di Jakarta, Jumat (16/10/2020) lalu.

Ilustrasi, BMW X5 versi terbaru yang dipasarkan di Indonesia – dok.Motoris

Sekadar catatan, pada Januari 2020, BMW Group Indonesia menyatakan penjualan grup – terdiri dari merek BMW dan MINI – sepanjang tahun 2019 sebanyak 3.675 unit, yang terdiri dari 2.943 unit mobil BMW dan 732 unit mobil MINI. Jumlah itu diklaim naik 11% dibanding penjualan sepanjang tahun 2018.

Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto menyebut tantangan industri otomotif di Tanah Air setelah wabah virus corona (Covid-19) mendera memang berat. Pandemi virus yang mematikan itu tak hanya berdampak pada terbatasnya kegiatan masyarakat, tetapi juga menjadikan kinerja ekonomi nasional melemah.

“Segmen pasar yang terkena bukan hanya segmen bawah atau entry level, tetapi juga medium bahkan premium (mewah). Di segmen mewah bukan semata-mata karena faktor daya beli yang menurun, tetapi di tengah kondisi seperti ini (krisis kesehatan akibat pandemi yang berdampak ke ekonomi) banyak orang yang berpikir ulang membelanjakan duitnya kalau tidak benar-benar dirasakan penting. Daya beli mungkin masih besar, tetapi pertimbangan urgensinya yang menjadi faktor utama (di tengah krisis kesehatan yang menyodok ekonomi nasional),” kata dia saat dihubungi, Rabu (21/10/2020). (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This