Meski Pandemi, hingga September Pikap Double Cabin Terjual Segini

Meski Pandemi, hingga September Pikap Double Cabin Terjual Segini
Ilustrasi, Mitsubishi New Triton - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Penjualan kendaraan komersial pikap jenis kabin ganda atau Double Cabin (D-Cab) baik ke konsumen (ritel) maupun ke diler (wholesales) sepanjang Januari hingga September tahun ini masih turun dibanding periode sama tahun lalu. Penjualan ritel selama sembilan bulan tahun ini tercatat sebanyak 5.522 unit, dan wholesales 4.990 unit.

Data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, total penjualan ritel sepanjang Januari – September tahun ini dicatatkan pada Januari sebanyak 715 unit. Kemudian Februari 667 unit, Maret 814 unit, April 542 unit, Mei 229 unit, Juni 655 unit, Juli 873 unit, Agustus 492 unit, dan pada bulan September yang sebanyak 535 unit.

Sementara total penjualan ke diler (wholesales) di sembilan bulan pertama itu dibukukan pada Januari dengan jumlah 648 unit, Februari 1.028 unit, Maret 891 unit, April 200 unit, dan Mei 307 unit. Pada bulan Juni wholesales yang dibukukan sebanyak 610 unit, Juli 648 unit, Agustus 362 unit, dan September sebanyak 476 unit.

Iustrasi Ford Ranger terbaru – dok.Istimewa

Selama periode itu, penjualan pikap Toyota Hilux – baik 4×2 B-Cab maupun 4×4 D-Cab – terbilang lumayan. Total penjualan ritel yang dibukukannya mencapai 4.181 unit, dan wholesales 3.100 unit.

Dari total penjualan ritel sebanyak itu, varian D-Cab Hilux menyumbang penjualan terbanyak yakni 2.833 unit. Sedangkan varian Single Cabin (S-Cab atau B-Cab) sebanyak 1.348 unit.

Begitu pula dalam wholesales, varian D-Cab membukukan penjualan yang terbanyak dengan jumlah 2.041 unit. Varian S-Cab sebanyak 1.059 unit.

Seperti diketahui, penyerap terbanyak kendaraan ini adalah sektor dunia usaha, lembaga, serta individu. Sehingga, kondisi ekonomi nasional yang terdampak pandemi Covid-19 sangat berpengaruh terhadap kinerja penjualan pikap medium tersebut.

Toyota New Hilux – dok.TAM

“Sejak pandemi Covid-19, kegiatan produksi di area pertambangan juga berkurang. Meskipun masih ada kegiatan pemeliharaan dan lainnya, sehingga permintaan mobil rental terutama pikap double cabin maupun single cabin juga turun. Perusahaan rental juga tidak banyak yang menambah unit baru, karena permintaan dari klien kan juga turun. Karena memang ekonomi global dan nasional terpengaruh pandemi, permintaan komoditas juga menurun,” ungkap pengurus Asosiasi Perusahaan Rental Kendaraan Tambang Indonesia Daerah Kalimantan Timur, Mohammad S.Husein, saat dihubungi dari Jakarta, Kamis (22/10/2020).

Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan kuartalan yang disampaikan ke publik, Rabu (5/8/2020) menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II (April – Juni) tahun ini -5,32%. Sebelumnya, selama kuartal pertama ekonomi Indonesia masih tumbuh 2,97%.

Ilustrasi, pikap double cabin Tata Xenon – dok.Autoportal.com

Adapun di kuartal ketiga, atau di Juli – September, Menteri Keuangan Sri Mulyani beberapa waktu lalu saat menyampaikan outlook ekonomi Indonesia memperkirakan ekonomi Indonesia berkontrkasi di kisaran -2,9% hingga -1,1%. (Fan/Sut/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This