Penjualan Moge Suram, Harley-Davidson Rambah Bisnis Sepeda Listrik

Penjualan Moge Suram, Harley-Davidson Rambah Bisnis Sepeda Listrik
Serial 1 Cycle, sepeda listrik Harley-Davidson yang namanya mengadopsi moge pertama yang dibuat pabrikan ini - dok.Istimewa via The Verge

Wisconsin, Motoris – Pabrikan motor gede (Moge) Harley-Davidson berencana meluncurkan sepeda listrik (e-bike) pada musim semi atau sekitar Maret hinga Juni 2021 mendatang. Perusahaan yang bermarkas di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat itu menamakan unit bisnis baru sepeda listrik itu Serial 1 Cycle Company.

“Pembentukan Serial 1 memungkinkan Harley-Davidson memainkan peran penting di revolusi mobilitas. Selain itu dapat membuat Serial 1 lebih fokus seacara eksklusif menggarap pelanggan eBicycle dan memberikan pengalaman berkendara yang benar-benar berbeda penuh kebebasan dan petualangan,” ungkap Direktur Harley-Davidson, Aaron Frank, seperti dilaporkan laman TechCrunch, Rabu (28/10/2020).

Model pertama sepeda listrik itu dinamai Serial Number 1, nama yang diadopsi dari model Moge pertama besutan pabrikan yang didirikan William S.Harley dan Arthur Davidson bersaudara itu. Namun, produsen Moge itu belum mengungkap spesifikasi sepeda tersebut.

Namun, yang pasti, jika Harley-Davidson merambah bisnis sepeda listrik, itu sangat beralasan. Setidaknya ada dua faktor yang bisa menjadi dasar pembenaran alasannya.

Tampang depan e-Bike Harley-Davidson yang dinamai Serial 1 – dok.Istimewa via The Verge

Pertama, segmen pasar sepeda ini terus berkembang dengan nilai yang tak kecil. Sepanjang tahun 2019 lalu saja, nilai pasar global sepeda jenis ini diperkirakan mencapai US$15 miliar, dan di tahun 2020 hingga tahun 2025 pertumbuhan saban tahunnya mencapai 6% lebih.

Kedua, kinerja bisnis Harley-Davidson yang hingga kini masih terus ngap-ngapan karena belum membaiknya penjualan. Seperti dilaporkan Reuters, Rabu (28/10/2020), selama enam tahun – di negerinya sendiri, Amerika Serikat – pabrikan ini belum sekali pun membukukan pertumbuhan penjualan ritel.

Bahkan laporan laman Nasdaq dan Retail Asia News, belum lama ini, menyebut sepanjang tahun 2019 lalu penjualan pabrikan yang di bursa saham menggunakan kode HOG ini, hanya sebanyak 218.273 unit. Jumlah ini ambrol 4,3% dibanding tahun sebelumnya.

Penjualan di pasar utama ambles, keculi di wilayah Asia-Pasifik yang masih bertumbuh. Bahkan di Amerika Serikat sendiri, penjualan juga jeblos.

Ilustrasi, Harley-Davidson Softail Standard – dok. via Web Bike World

“Penjualan di pasar utama, Amerika Serikat, di tahun 2019 hanya 125.960 unit. Penjualan ini turun 5,2% dibanding penjualan tahun 2018 yang masih sebanyak 132.868 unit,” tulis dua media tersebut.

Sejumlah analis pasar menyebut, salah satu penyebab lemotnya penjualan produk Harley-Davidson adalah kegagalannya menggaet minat kalangan milenial, karena produknya yang bertampang klasik dinilai hanya cocok bagi kalangan tua. Padahal, basis konsumennya – yakni generasi baby boomer – saat ini semakin menua dan tak lagi berminat berkendara Moge. (Fat/Sut/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This