Indeks Keyakinan Konsumen Turun, Penjualan Motor di September Naik 20%
Ilustrasi,, pesepeda motor di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta - dok.Motoris

Indeks Keyakinan Konsumen Turun, Penjualan Motor di September Naik 20%

Jakarta, Motoris – Bank Indonsia (BI) belum lama ini merilis survei tentang Kepercayaan Konsumen atau masyarakat Indonesia terhadap prospek perekonomian nasional yang digelar selama bulan September. Hasilnya, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada September itu sebesar 83,4 atau lebih rendah dibanding IKK pada Agustus yang sebesar 86,9.

Meski IKK mengalami penurunan, ternyata tidak serta merta membuat minat masyarakat untuk membeli sepeda motor menciut. Terbukti, penjualan kendaraan bermotor roda dua sepanjang bulan kesembilan itu meningkat 20,06% dibanding penjualan selama bulan Agustus.

Seperti diungkap kolega Motoris di Kementerian Perindustrian yang mengutip data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan motor di September mencapai 380.713 unit. Sedangkan di Agustus sebanyak 317.107 unit.

Ilustrasi, sepeda motor yang digunakan untuk kegiatan ekonomi produktif yakni sebagai angkutan ojek online – dok.Motoris

“Dari beberapa penelitian yang dilakukan, banyak orang yang membei sepeda motor untuk kegiatan ekonomi produktif. Untuk sarana penunjang bisnis antaran makanan, antaran barang atau pkaet. Ini sejalan dengan bantuan atau stimulus yang digulirkan oleh pemerintah bagi masyarakat, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Artinya, apa yang dilakukan oleh pemerintah itu berbuah positif di tengah dampak Covid-19 seperti sekarang ini,” ungkap dia saat dihubungi di Jakarta, Kamis (5/11/2020).

Hanya memang, jika dibanding penjualan di tahun 2019, penjualan pada September tahun ini masih ambles 33,15%. Sebab, pada bulan tersebut, di tahun lalu, masih sebanyak 569.493 unit.

“Nah, kalau kita bandingkan dengan tahun lalu kan memang variablenya berbeda. Tahun lalu belum ada Covid-19 yang dampaknya bukan hanya ke Indonesia saja. Sedangkan perekonomian nasional, kondisinya juga tidak bisa dilepaskan dari kondisi ekonomi global. Jadi, kita badingkan dengan bulan sebelumnya saja (Agustus) untuk mendeteksi bagaimana geliat industri kita. Karena faktor makro dan determinant factor (faktor penentu yang berpengaruh) sama atau mirip lah,” kata sang kolega.

Ilusrasi, pengendara sepeda motor – dok.Istimewa

Sementara itu, laman Motorcycle Data, belum lama ini melaporkan total penjualan sepeda motor di Indonesia sepanjang Januari hingga September masih anjlok hingga 40,9% dibanding penjualan di sembilan bulan pertama tahun 2019 lalu. Totalnya hanya di rentang 2,9 juta – 3 juta unit.

“Jika tren (penurunan) yang ada ini tidak berubah drastis di kuartal keempat, pasar Indonesia akan menjadi yang terburuk di dunia tahun ini,” tulis media tersebut.

Data AISI menunjukkan, penjualan sepeda motor sepanjang Januari hingga hingga September tahun ini sebanyak 2.876.514 unit. Jumlah itu merosot 41,5% dibanding penjualan di periode yang sama tahun lalu yang masih sebanyak 4.919.651 unit.(Fer/Sut/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This