Ini Para Penguasa Pasar Mobil Listrik Dunia, Hyundai ke-9

Ini Para Penguasa Pasar Mobil Listrik Dunia, Hyundai ke-9
Ilustrasi, Tesla Model 5 di Cina - dok.The Detroit Bureau

New York, Motoris – Penjualan mobil berteknologi sumber daya listrik atau elektrifikasi – mulai dari hybrid, plug-in hybrid electric, hingga battery electric vehicle (BEV) – di seluruh dinia dari Januari hingga September tahun ini sebanyak 1.784.293 unit. Sementara di bulan September saja total penjualan di pasar global itu sebanyak 345.519 unit.

“Penjualan sepanjang September memecahkan rekor, karena naik 91% dibanding penjualan pada bulan yang sama di tahun 2019. Sebuah catatan menarik, penjualan yang dibukukan pada September itu 68% di antaranya merupakan mobil 100% listrik (BEV), sisanya berteknologi hybrid,” tulis laman Seeking Alpha mengutip data dari VDA Jerman dan EV Sales-Blogspot, Sabtu (6/11/2020).

Seperti dilaporkan Bloomberg, belum lama ini, ilayah Eropa (yang meliputi Uni Eropa, Inggris, dan wilayah perdagangan bebas Eropa) merupakan pasar terbesar mobil elektrifikasi – atau yang di sejumlah negara disebut sebagai New Energy Vehicle (NEV) – hingga September tahun ini. Total penjualan di bulan kesembilan itu mencapai 160.000 unit.

Ilustrasi, mobil listrik VW ID.3 – dok.Driving.ca

“Jumlah ini naik 166% dibanding penjualan pada bulan yang sama tahun 2019. Pangsa pasar mobil listrik Eropa pada September sebesar 12%, dan year to date (Januari – September) 9,0%. Penjualan EV plug-in di Norwegia pada bulan itu mencapai 82%,” tulis laman resmi milik Nasdaq.

Sementara di bulan itu, penjualan mobil elektrifikasi di Amerika Serikat tidak diumumkan. Sejumlah analis di bursa saham New York dan negara-negara lain menduga, karena pabrikan pembuat mobil tak menyetorkan data itu.

Namun yang tak kalah menarik untuk dicermati adalah, perkembangan di Cina. Sepanjang bulan September kemarin, penjualan mobil jenis ini di Negeri Tirai Bambu itu tercatat sebanyak 131.000 unit atau naik 66% dibanding penjualan selama September 2019.

Pangsa pasar mobil listrik di negeri itu pada September mencapai 6,3%, dan year to date (Januari – September) sebesar 5,2%. Data yang dihimpun China’s Automotive Manufacturers Association (CAAM) menunjukkan, sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini total produksi mobil NEV atau elektrifikasi di Cina mencapai 8.738 unit.

Mobil listrik Xpeng P7 buatan Xpeng Motors yang dipamerkan di hajatan Guangzhou Motor Show 2019 lalu – dok.InsideEVs.com

Sementara, total pejualannya di periode tersebut menyusut 17,7% dibanding penjualan di kurun waktu yang sama tahun 2019. Tahun ini hanya 734.000 unit.

Pemain utama dan upaya Hyundai di RI
Namun, seperti dilaporkan Bloomberg Green, Sabtu (6/11/2020), Cina terus memacu perluasan pasar mobil elektrifikasi di dalam negerinya. Selain untuk mengurangi tingkat emisi karbon, juga untuk memberikan ruang bagi produsen mobil elektrifikasi yang kian meluas di negara tersebut.

“Target terbaru penjualan NEV di Cina untuk tahun 2025 adalah 15% – 25% dari total penjualan kendaraan roda empat atau lebih. Untuk tahun 2035, bahkan mencapai 50% – 60%,” tulis media itu.

Sedangkan pabrikan penguasa pasar mobil listrik di tahun ini – mulai Januari hingga September – ada 10 pabrikan. Tesla Inc berada di urutan pertama. Pabrikan asal California, Amerika Serikat ini menjual sebanyak 316.820 unit di sembilan pertama itu.

SUV Listrik yang diproduksi BYD – dok.Electrive.com

Kedua, Volkswagen (VW) yang menjual sebanyak 113.091 unit. Sedangkan peringkat ketiga ditempati oleh pabrikan asal Cina, BYD. Pabrikan asal Shenzhen, Guangdong, Cina ini menjual sebanyak 104.176 unit kendaraan listrik.
Pabrikan asal Korea Selatan, Hyundai Motor berada di posisi ke-9. Pabrikan berhasil membukukan penjualan sebanyak 63.679 kendaraan di periode tersebut.

Hyundai juga disebut-sebut terus memacu produksi dan penetrasi mobil listrik buatannya ke berbagai belahan dunia. Termasuk di kawasan Asia dan Oceania.

Pabrikan yang berdiri sejak tahun 1967 itu bahkan telah berinvestasi senilai US$ 1,55 miliar di Indonesia. Investasi tersebut untuk membangun pabrik dan mengembangkan mobil listrik.

Hyundai Kona listrik yang diluncurkan di Indonesia – dok.HMI

Pabrik produksi terbesar di Asia Tenggara itu disebut sudah siap beroperasi pada tahun 2022 nanti. “Sekarang, pabrik kita sudah siapkan dan diharapkan bisa ready di awal 2022 mendatang,” kata Managing Diector PT Hyundai Motor Indonesia (HMID), Makmur dalam konferensi pers secara virtual yang digekar di Jakarta, Jumat (6/11/2020) kemarin.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan pada Jumat (6/11/2020) diketahui juga sempat melihat-lihat perkembangan pembangunan pabrik yang berada di Sukamukti,Bekasi, Jawa Barat itu.

Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan saat berkunjung ke lokasi pembangunan pabrik milik Hyundai Motor Indonesia – dok.Istimewa

“Kami mengapresiasi upaya Hyundai untuk terus melanjutkan pembangunan pabrik Hyundai agar perkembangannya berjalan dengan baik. Pemerintah Indonesia saat ini menargetkan untuk mempercepat pertumbuhan industri EV (kendaraan listrik) dan berharap Hyundai dapat menjadi bagian dari misi penting ini,” kata mantan Menko Polhukam itu. (Fer/Sut/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This